Begini ini Prinsip prinsip Pembangunan Rumah Tahan Gempa.

69543 medium post 73478 33339845 18b2 4a1b b7a2 b38c29f91173 2019 08 11t12 13 13.938 07 00

Kita tinggal di wilayah Indonesia yang tepat berada di ring of fire dan diapit oleh 3 lempeng yang sangat aktif yang saling tabrakan satu dengan lainnya, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo Australia.

Dalam sejarah kegempaan, BMKG paling tidak mencatat beberapa gempa besar yang merusak rumah dan banyak menyebabkan kematian. Diantaranya adalah Gempa Aceh 2004, Gempa Yogya 2006, Sumbar 2009, Mentawai 2010, Lombok 2018, Sulteng 2018 dan Halsel 2019.

Para ahli gempa sudah seringkali mengingatkan bahwa satu satunya cara efektif untuk mengurangi dampak kematian akibat gempa adalah MEMBANGUN BANGUNAN TAHAN GEMPA. Ini perlu komitmen yang sungguh sungguh dari semua pihak.

Pertama, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus membuat regulasi yang tegas agar rumah yang dibangun harus memenuhi persyaratan tahan gempa. Selain itu, jangan sampai masyarakat atau pengusaha membangun dengan tata bangunan yang tidak mengindahkan aturan. Kalo perlu menerbitkan NSI Bangunan Tahan Gempa. IMB tidak akan dikeluarkan bila, persyaratan bangunan Tahan Gempa tidak dipenuhi.

Kedua, Para kontraktor dan tukang banguban harus melek dan terlatih dalam membangun bangunan tahan gempa. Dari segi kualitas bangunan merekalah yang paling tahu. Jadi jangan sampai karena pertimbangan keterbatasan dana mengurangi spesifikasi Bangunan Tahan Gempa tersebut.

Ketiga, masyarakat sendiri harus benar benar sadar bahwa Rumah Tahan Gempa adalah solusi terbaik. Jangan hanya mempertimbangkan kemewahan namun jauh dari pemenuhan persyaratan kekuatan dan ketahanan konstruksi dan tata bangunannya.

Terkait dengan bagaimana membangun rumah tahan gempa, ada 7 Prinsip yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah prinsip prinsip dasar tersebut.

Pertama, lakukan diskusi dengan ahli bangunan bagaimana rumah dengan konstruksi yang kuat dan aman.

Kedua, pastikan rumah yang dibangun di lokasi yang aman, bebas dari ancaman bencana spt banjir, longsor, tsunami, gelombang pasang dst. Sebab sekuat apapun konstruksi rumah bila berada di lokasi rawan bencana, maka tentu akan riskan juga.

Ketiga, bentuk persegi lebih aman.. Tidak berbentuk huruf L.

Keempat bamgun pondasi yang kuat dan kokoh sesuai dengan konstruksi tahan gempa.

Ke lima, gunakan bahan dan material bangunan yang berkualitas. Jangan pakai yang pernah digunakan atau daur ulang, khususnya utk konstruksi pondasi.

Keenam, Gunakan dinding kuda kudaan yang ringan...

Ketujuh, ikat setiap sambungan dengan kuat..
Sudah dilihat 115 kali

Komentar