Begini cara remaja pecandu pembalut konsumsi pembalut dan kandungan zatnya

38351 medium screenshot 20181109 070601
Heboh, di daerah Jawa Tengah, remajanya doyan rebusan air pembalut.
Lebih parahnya lagi, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jawa Tengah, AKBP Suprinarto. Beberkan jika pembalut yang direbus tersebut adalah pembalut yang bekas pakai.
"Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum," ucapnya.
Umumnya para penikmat air rebusan itu adalah anak berusia 13-16 tahun.
Melihat keanehan ini, tentu banyak warga yang kebingungan ada apa didalam pembalut tersebut?.
Melirik info dari IDNTIMES.com umumnya pembalut memiliki beberapa zat kimia. Adapun zat tersebut;
1. Klorin
Zat klorin lebih dikenal Kaporit oleh warga, Klorin (C12) bisa berbentuk cair, gas dan padat. Klorin bersifat reaktif dan paling umum ditemukan dalam campuran senyawa lain. Karena dinilai berbahaya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya sudah mengumumkan bahwa penggunaan klorin dilarang untuk makanan dan obat-obatan, selanjutnya untuk menginisiatifkan penggantinya bahan, digunakanlah chlorine-free atau bebas klorin. Penggunaan zat klorin dengan kadar yang sangat kecil juga masih dapat digunakan, seperti yang dilakukan di negara Amerika.
2. Gel Pemyeral
Dikutip dari The Healthy Home Economist, produk-produk pembalut biasanya terbuat dari bahan katun atau campuran katun dan rayon atau serat selulosa yang terbuat dari bubur kayu yang dapat menyerap.
Dalam oembalut kandungan penyerap berbentuk gel, gel ini berfungsi untuk menyerap dan menampung cairan dalam volume tertentu, setiap pembalut memiliki perbedaan daya tampung, ini yang membuat pembalut bisa beberapa jam bertahan digunakan bahkan lebih bergantung dari volume tampungnya, bukan hanya pembalut, popok bai ataupun popok orang tua juga memiliki Gel Pemyeral.
3. Pewangi
Beberapa pembalut ada yang menambahkan pewangi, ini berfungsi untuk memberikan wewangian, tentu jenis pewangi yang digunakan tidak berbahaya bagi kulit, apalagi organ intim wanita.
Selain itu diambil dari info Tribunews.com. Komisioner KPAI bidang Kesehatan dan NAPZA Sitti Hikmawatty mengungkapkan, kegiatan aneh yang dilakukan para remaja ini adalah bentuk eksperimen yang mereka lakukan guna mendapat zat alternatif yang membuat mereka 'fly', tenang ataupun gembira ini.
"Jadi kalau kita mengenal beberapa golongan Psikotropika diluar Narkoba, maka beberapa zat 'temuan' para remaja ini termasuk kelompok eksperimen psikotropika," kata Sitti.
Pelaku bernama Juntor (bukan sebenarnya) bebrkan cara konsumsi pembalut tersebut, Menurut Jontor, ada dua cara mengonsumsi pembalut ini.
Pertama, ditetesi menggunakan bensin atau alkohol, setelah itu dihisap, dan yang kedua adalah direbus.
"Ampas pembalut terkadang dibakar, namun saat udah terasa nyaman dan buru buru mau fly, sudah lupa buang ampas, lempar saja ke kotak sampah," ujarnya.
Sumber:
https://www.google.co.id/amp/s/www.idntimes.com/news/indonesia/amp/angelia-nibennia-zega/heboh-remaja-mabuk-air-rebusan-pembalut-ini-kandungan-di-dalamnya
http://wow.tribunnews.com/amp/2018/11/08/tren-remaja-mabuk-pakai-air-rebusan-pembalut-kpai-karena-tidak-mampu-beli-tapi-sudah-kecanduan?page=2
Sudah dilihat 332 kali

Komentar