BEGAWE & BEGIBUNG DAN NUANSA GOTONG ROYONG

65230 medium post 69999 2e5ad914 0220 475b a74a d8cab4a25c9b 2019 07 02t13 41 15.428 08 00 65231 medium post 69999 fbde3ca7 c51e 4ba4 b08c ed5c0d66bcff 2019 07 02t13 41 15.941 08 00 65232 medium post 69999 3d31b7dd ee2a 4740 8e8d f7ac049a927c 2019 07 02t13 41 16.448 08 00 65233 medium post 69999 315f82c3 27ab 45c4 a402 153e1232df99 2019 07 02t13 41 16.963 08 00
BEGAWE (bahasa Sasak) berarti pesta. Pesta pernikahan, syukuran haji, khitanan atau acara peringatan 9 hari keluarga yang meninggal disebut juga begawe.
BEGIBUNG masih dalam bahasa Sasak berarti menyantap makanan sajian dalam acara begawe secara bersama. Makanan yang disajikan ditempatkan dalam satu wadah dimakan oleh 3 sampai 4 orang yang duduk mengelilingi wadah atau nampan berisi makanan.
Ditempat kami Dusun Berembeng Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah kata Begawe dan BEGIBUNG sangat ditunggu. Ketika ada warga yang menikah, maka artinya Begawe dan Begibung akan diadakan.Biasanya calon pengantin wanita dibawa pada malam hari ke rumah calon pengantin pria. Tanpa diumumkan ketika warga lain mengetahui bahwa ada calon pengantin wanita dibawa, mulai saat itu nuansa gotong royong terlihat. warga lain terutama pemuda datang ke tempat calon pengantin membawa minimal 1 ekor ayam. terkumpul bisa sampai 50 an ekor ayam. semua ayam pun di sembelih dan langsung dilakukan begawe 'kecil'. Begibung (makan bersama)pun dilakukan malam itu juga, biasanya pada tengah malam.
Sejak malam itu rumah calon pengantin kerap di ramaikan oleh warga lain. bergotong royong mengumpulkan kayu bakar untuk membuat makanan yang akan di gunakan pada saat akad nikah dan pesta atau begawe. Mereka tanpa diminta akan mendatangi rumah calon pengantin untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Pada saat hari Begawe (pesta syukuran). Mulai sore hari sudah ramai kembali warga mendatangi rumah pengantin. Keunikan lainnya adalah bahwa yang membuat makanan untuk tamu undangan yang bisa mencapai 300 an sampai 1000 an orang bukanlah warga yang perempuan, tetapi warga yang laki laki.
Nasi dalam jumlah yang banyak pun di masak oleh warga laki laki pada malam harinya, setelah sholat subuh sapi disembelih kemudian dimasak oleh warga laki laki.
Siang harinya setelah makanan siap melalui pengeras suara terdengar kata kata khas yang sangat dikenali warga sekitar. "tolong.... tolang.. tolong.... tolang" teriak salah seorang warga melalui pengeras suara. Masyarakat luar yang belum kenal tradisi ini pasti menganggap mungkin ada kebakaran atau musibah lain. Bukan, itu merupakan panggilan kepada masyarakat sekitar untuk datang Begibung. Begibung pada hari begawe ini sedikit berbeda, para perempuan datang membawa nampan atau wadah makanan. Di tempat pengantin sampai berderet ratusan nampan kosong. Para laki laki akan datang membawa nasi dan menaruhkannya di nampan yang sudah berjejer di tempat yang sudah disiapkan. Selain nasi daging yang sudah dimasak juga dibawakan oleh para laki lakinya.
Acara Begibung ala Dusun Berembeng ini pun tidak ditemui di tempat lain walaupun masih di daerah Lombok. walaupun Begibung sendiri kerap dilakukan di tempat lain tapi dengan cara yang berbeda.
Begawe dan Begibung seperti yang sudah dijelaskan diatas berjalan lancar tentu karena kebersamaan warga masyarakat bergotong royong membantu warga lainnya dalam segala hal. #AtmagoEPiQUE
Sudah dilihat 110 kali

Komentar