Bedah Film Dokumenter Hikayat Dayan Gunung

61954 medium post 67314 ed6a83ac 8194 4afd 91fd a973c18fd130 2019 05 22t19 42 02.753 08 00 61955 medium post 67314 3260b486 24c1 4e3b 9c00 3a2721d422ef 2019 05 22t19 42 04.164 08 00 61956 medium post 67314 ee578718 cc6c 4a51 8dec c499b9ff534c 2019 05 22t19 42 05.340 08 00 61957 medium post 67314 4ef08389 02c1 4831 96e2 fbe6c695e294 2019 05 22t19 42 06.392 08 00
Film dokumenter berjudul Hikayat Dayan Gunung adalah hasil karya Pemuda Lombok Utara yang tergabung dalam Yayasan Pasir Putih.
Film dokumenter ini hari ini diputar untuk kedua kalinya di Rumah Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Utara dalam rangkaian roadshow penayangan dan Bedah Film Hikayat Dayan Gunung. Film ini bercerita tentang sejarah Dayan Gunung ( sebutan untuk wilayah Lombok Utara).
Setelah selesai Penayangan Film ini, dilanjutkan dengan Diskusi Bedah film. Dalam Diskusi dihadiri Kepala Dinas Dikpora, Tokoh Budaya Lombok Utara, Yayasan Pasir Putih selalu pembuat film, Lembaga Edcom NTB dan beberapa tokoh masyarakat Lombok Utara.
Dalam sambutannya Sutradara Film ini menjelaskan dasar pembuatan film ini adalah rasa ingin tahu mereka tentang siapa mereka ( sejarah orang orang Dayan Gunung) sebenarnya, kaitannya dengan sejarah Kerajaan Majapahit karena banyak cerita dan bukti bukti sejarah keterkaitan Lombok Utara dengan pengaruh Jawa terutama Kerajaan Majapahit.
Dalam proses pembuatan film ini menemukan banyak kendala terutama minimnya informasi tentang sejarah pra masuknya Islam ke Wilayah ini. Informasi yang banyak adalah masa masuknya Islam di Dayan Gunung.
Film dokumenter ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi muda tentunya supaya mereka mengetahui sejarah Lombok Utara yang walaupun masih terserak.
Kepala Dinas pada sambutannya menyatakan apresiasi kepada yayasan Pasir putih yang berkenan untuk melakukan diskusi tentang sejarah Lombok Utara. Lebih lanjut beliau menjelaskan Dulunya sebelum penjajahan Jepang, Lombok Utara adalah wilayah terisolir dan dibatasi oleh Gunung Sembari di Pusuk.
Pak Kadis juga sangat mengapresiasi film ini karena menceritakan leluhur Lombok Utara walaupun dalam film masih ada beberapa babad yang belum ditampilkan misalnya sejarah Gangga yang termuat dalam babad Gangga dan beberapa tempat lainnya yang perlu ditelusuri.
Penggalian sejarah ini menurut pak Kadis merupakan tugas yang cukup berat dan menjadi kerja Besar sebenarnya tapi memang harus digali mumpung tokoh masyarakat masih banyak untuk digali informasinya.
Lombok Utara yang ter-islamkan ( istilah pak kadis karena sejarah Lombok Utara lebih banyak informasinya pada saat masuknya Islam oleh para Wali dan pengaruhnya di Lombok Utara)
Selain itu perkembangan masyarakat Budha harus juga ditelusuri. karena ada masyarakat khusus disuatu wilayah di Lombok Utara merupakan Penganut Budha.

Peserta diskusi juga mengharapkan informasi dan sejarah tentang Lombok Utara semakin terbuka sehingga semua masyarakat mengetahui sejarah Dayan Gunung ( Lombok Utara) #RamadhanBerkah #AtmaGoNTB
Sudah dilihat 43 kali

Komentar