Batik Cinta Kasih Tulus?

48589 medium post 55106 aa96529a 11ef 4c6b 9d40 8662ac2d6c3a 2019 02 01t18 24 01.190 07 00
Batik Truntum diciptakan oleh permaisuri sunan Pakubuwono III dari Surakarta Hadiningrat yaitu Kanjeng Ratu Kencana atau biasa disebut Ratu Beruk yang mengandung makna cinta yang tumbuh kembali. Jika kita setuju dengan seksama, batik truntum yang memiliki tatanan yang tampak seperti jajaran bintang yang gemerlap dimalam hari. Sejarah batik truntum berawal dari sang Ratu Beruk yang merasa kesepian akibat kegiatan Kanjeng Sunan Pakubuwono III yang sangat sibuk.
Kemudian Sang Ratu merenung sambil memandang bintang dilangit. Untuk mengusir kesendirian dan kesedihannya, sang ratu mulai melakukan kegiatan membatik dengan membuat motif batik bintang dilangit kelam yang selama ini selalu menemani kesendiriannya. Dengan perasaan menggebu mengingat masa masa dimana gairah Cinta mereka bergelora, Kanjeng Ratu Beruk akhirnya mengisi waktu dengan membatik. Hal yang menjadi refleksi dari harapan adalah langit ditengah malam yang gelap, namun masih banyak bintang sebagai penerang langit malam di mana Kanjeng Ratu melihatnya seperti selalu ada kenyamanan dan harapan di dalam kesulitan. Motif batiknya seperti taburan kuntum bunga melati, atau seperti bintang yang bertaburan di langit.
Sang Ratu Beruk ini sangat tekun dan teliti dalam membatik, jadi Kangeng Pakubuwono III tertarik untuk melihat proses pembuatan batik yang dibuat oleh Sang Ratu. Berawal dari hal tersebut selanjutnya Sang Raja selalu memperbarui proses pembatikan oleh Sang Ratu. Selama waktu berjalan, rasa cinta Sang Raja kembali tumbuh dan berkembang atau 'tumaruntum' kembali. Motif batik truntum ini ditujukan untuk kekasihnya yaitu Raja Pakubuwono III sebagai wujud rasa cintanya yang begitu mendalam dalam ketulusan dan akan selalu berkembang atau dalam bahasa jawa diistilahkan dengan tumaruntum .
Sang Raja melihat kain batik truntum ini tampak sederhana, namun jika dilihat dari dekat sangat presisi dibuatnya nampak sudut yang sama dan hal ini membuat Raja Pakubuwono III kembali mengembangkan cinta yang semakin meningkat ke ratunya. Motif batik yang berbentuk bintang dilangit dengan warna coklat berlatar hitam dikombinasi dengan lambang garuda atau gurdho.
Truntum Batik Motif
Motif batik truntum atau biasa disingkat dengan batik truntum yang merupakan jenis batik klasik yang terus dilestarikan sampai sekarang dengan mengenakannya pada saat acara pernikahan karena memiliki makna harapan agar cinta kasih para mempelai terus mengembangkan dan memperbaikinya dalam kebahagiaan. Kain batik truntum Penyanyi biasa dikenakan oleh orangtua kedua mempelai pada saat pernikahan dengan tujuan untuk review “ Menuntun ” kedua mempelai hearts memasuki kehidupan baru. Karena mengandung Makna "ing ngarsa sung tuladha" dimana orangtua menjadi contoh atau tauladan bagi anaknya.
Sumber :
Reza Adikara
https://batik-tulis.com/blog/batik-truntum/
Sudah dilihat 56 kali

Komentar