BANTUAN RASTRA KINI DIGANTI KARTU E -Warong

28 June 2019, 20:36 WIB
2 0 74
Gambar untuk BANTUAN RASTRA KINI DIGANTI KARTU E -Warong
Karang Bajo,- Sejumlah warga memadati salah satu Agen Perbankan dijalan raya kopang,Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kerumunan Warga tersebut dalam rangka menerima bantuan pangan non tunai dari kementrian sosial yg diperuntukan bagi warga yang kurang mampu. . bantuan sosial non tunai Ini merupakan pengganti Rastra,dimana mekanisme pembagiannya tidak jauh berbeda dengan pembagian PKH,yakni menggunakan kartu yang diberikan langsung kepada keluarga penerima sasaran. Kartu tersebutlah yang digubnakan untuk menebus dua jenis sembako diantaranya; beras dan telur di e – Warong ( elektronik warung gotong royong) yang merupakan agen perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dimasing – masing wilayah. Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari perpres nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial non tunai.

Sejak senin (24/06) kemarin,pengelola E –Warong ,Mariani mengaku kualahan melayani para penerima sasaran bantuan non tunai . pasalnya, dalam satu hari,ia harus melayani ratusan penerima sasaran yang berasal dari bergabagi desa dikecamatan bayan sementara tenaga stafnya masih terbatas,Praktis hanya ia,suami dan anaknya. Hingga diturunkannya berita ini,tercatat sekitar 700 lebih penerima yang telah melakukan transaksi non tunai.

“saya kerepotan dalam melayani nasabah karna jumlahnya sampai ratusan perhari yang melakukan transaksi non tunai,apalagi yang melayani hanya saya,suami sama anak saya saja “ ungkap mariani.

Lebih lanjut mariani mengungkapkan bahwa penerima masih banyak yang belum memahami apa saja bentuk dari bantuan non tunai tersebut, bahkan dari beberapa warga meminta untuk diberikan minyak goreng juga,padahal sesuai ketentuan. Setiap penerima bantuan hanya mendapatkan satu Tray telur dan dua kilogram beras.

“Masyarakat kita banyak yang kurang faham,mereka kira bantuannya seperti saat gempa kemarin ada minyak goreng,beras dan telur, padahalkan dari sananya hanya telur dan beras” tegas mariani

Sementara itu,Nurhidayah salah satu penerima sasaran bantuan non tunai mengaku senang dengan program pemerintah nasional saat ini. Ia menganggap pemerintah mengerti tentang kebutuhan sehari – hari rumah tangga.

“senang,dengan diberikannya bantuan berupa telur dan beras,berarti pemerintah sangat tahu kebutuhan kami selaku ibu rumah tangga,hehe” cetusnya dengan senyum sumringah.



.









Karang Bajo,- Sejumlah warga memadati salah satu Agen Perbankan dijalan raya kopang,Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kerumunan Warga tersebut dalam rangka menerima bantuan pangan non tunai dari kementrian sosial yg diperuntukan bagi warga yang kurang mampu. . bantuan sosial non tunai Ini merupakan pengganti Rastra,dimana mekanisme pembagiannya tidak jauh berbeda dengan pembagian PKH,yakni menggunakan kartu yang diberikan langsung kepada keluarga penerima sasaran. Kartu tersebutlah yang digubnakan untuk menebus dua jenis sembako diantaranya; beras dan telur di e – Warong ( elektronik warung gotong royong) yang merupakan agen perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dimasing – masing wilayah. Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari perpres nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial non tunai.

Sejak senin (24/06) kemarin,pengelola E –Warong ,Mariani mengaku kualahan melayani para penerima sasaran bantuan non tunai . pasalnya, dalam satu hari,ia harus melayani ratusan penerima sasaran yang berasal dari bergabagi desa dikecamatan bayan sementara tenaga stafnya masih terbatas,Praktis hanya ia,suami dan anaknya. Hingga diturunkannya berita ini,tercatat sekitar 700 lebih penerima yang telah melakukan transaksi non tunai.

“saya kerepotan dalam melayani nasabah karna jumlahnya sampai ratusan perhari yang melakukan transaksi non tunai,apalagi yang melayani hanya saya,suami sama anak saya saja “ ungkap mariani.

Lebih lanjut mariani mengungkapkan bahwa penerima masih banyak yang belum memahami apa saja bentuk dari bantuan non tunai tersebut, bahkan dari beberapa warga meminta untuk diberikan minyak goreng juga,padahal sesuai ketentuan. Setiap penerima bantuan hanya mendapatkan satu Tray telur dan dua kilogram beras.

“Masyarakat kita banyak yang kurang faham,mereka kira bantuannya seperti saat gempa kemarin ada minyak goreng,beras dan telur, padahalkan dari sananya hanya telur dan beras” tegas mariani

Sementara itu,Nurhidayah salah satu penerima sasaran bantuan non tunai mengaku senang dengan program pemerintah nasional saat ini. Ia menganggap pemerintah mengerti tentang kebutuhan sehari – hari rumah tangga.

“senang,dengan diberikannya bantuan berupa telur dan beras,berarti pemerintah sangat tahu kebutuhan kami selaku ibu rumah tangga,hehe” cetusnya dengan senyum sumringah.



.







Karang Bajo,- Sejumlah warga memadati salah satu Agen Perbankan dijalan raya kopang,Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kerumunan Warga tersebut dalam rangka menerima bantuan pangan non tunai dari kementrian sosial yg diperuntukan bagi warga yang kurang mampu. . bantuan sosial non tunai Ini merupakan pengganti Rastra,dimana mekanisme pembagiannya tidak jauh berbeda dengan pembagian PKH,yakni menggunakan kartu yang diberikan langsung kepada keluarga penerima sasaran. Kartu tersebutlah yang digubnakan untuk menebus dua jenis sembako diantaranya; beras dan telur di e – Warong ( elektronik warung gotong royong) yang merupakan agen perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dimasing – masing wilayah. Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari perpres nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial non tunai.

Sejak senin (24/06) kemarin,pengelola E –Warong ,Mariani mengaku kualahan melayani para penerima sasaran bantuan non tunai . pasalnya, dalam satu hari,ia harus melayani ratusan penerima sasaran yang berasal dari bergabagi desa dikecamatan bayan sementara tenaga stafnya masih terbatas,Praktis hanya ia,suami dan anaknya. Hingga diturunkannya berita ini,tercatat sekitar 700 lebih penerima yang telah melakukan transaksi non tunai.

“saya kerepotan dalam melayani nasabah karna jumlahnya sampai ratusan perhari yang melakukan transaksi non tunai,apalagi yang melayani hanya saya,suami sama anak saya saja “ ungkap mariani.

Lebih lanjut mariani mengungkapkan bahwa penerima masih banyak yang belum memahami apa saja bentuk dari bantuan non tunai tersebut, bahkan dari beberapa warga meminta untuk diberikan minyak goreng juga,padahal sesuai ketentuan. Setiap penerima bantuan hanya mendapatkan satu Tray telur dan dua kilogram beras.

“Masyarakat kita banyak yang kurang faham,mereka kira bantuannya seperti saat gempa kemarin ada minyak goreng,beras dan telur, padahalkan dari sananya hanya telur dan beras” tegas mariani

Sementara itu,Nurhidayah salah satu penerima sasaran bantuan non tunai mengaku senang dengan program pemerintah nasional saat ini. Ia menganggap pemerintah mengerti tentang kebutuhan sehari – hari rumah tangga.

“senang,dengan diberikannya bantuan berupa telur dan beras,berarti pemerintah sangat tahu kebutuhan kami selaku ibu rumah tangga,hehe” cetusnya dengan senyum sumringah.



.








Karang Bajo (Atmago) - Sejumlah warga memadati salah satu Agen Perbankan dijalan raya kopang,Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Kerumunan Warga tersebut dalam rangka menerima bantuan pangan non tunai dari kementrian sosial yg diperuntukan bagi warga yang kurang mampu. . bantuan sosial non tunai Ini merupakan pengganti Rastra,dimana mekanisme pembagiannya tidak jauh berbeda dengan pembagian PKH,yakni menggunakan kartu yang diberikan langsung kepada keluarga penerima sasaran. Kartu tersebutlah yang digubnakan untuk menebus dua jenis sembako diantaranya; beras dan telur di e – Warong ( elektronik warung gotong royong) yang merupakan agen perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dimasing – masing wilayah. Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari perpres nomor 63 tahun 2017 tentang penyaluran bantuan sosial non tunai.

Sejak senin (24/06) kemarin,pengelola E –Warong ,Mariani mengaku kualahan melayani para penerima sasaran bantuan non tunai . pasalnya, dalam satu hari,ia harus melayani ratusan penerima sasaran yang berasal dari bergabagi desa dikecamatan bayan sementara tenaga stafnya masih terbatas,Praktis hanya ia,suami dan anaknya. Hingga diturunkannya berita ini,tercatat sekitar 700 lebih penerima yang telah melakukan transaksi non tunai.

“saya kerepotan dalam melayani nasabah karna jumlahnya sampai ratusan perhari yang melakukan transaksi non tunai,apalagi yang melayani hanya saya,suami sama anak saya saja “ ungkap mariani.

Lebih lanjut mariani mengungkapkan bahwa penerima masih banyak yang belum memahami apa saja bentuk dari bantuan non tunai tersebut, bahkan dari beberapa warga meminta untuk diberikan minyak goreng juga,padahal sesuai ketentuan. Setiap penerima bantuan hanya mendapatkan satu Tray telur dan dua kilogram beras.

“Masyarakat kita banyak yang kurang faham,mereka kira bantuannya seperti saat gempa kemarin ada minyak goreng,beras dan telur, padahalkan dari sananya hanya telur dan beras” tegas mariani

Sementara itu,Nurhidayah salah satu penerima sasaran bantuan non tunai mengaku senang dengan program pemerintah nasional saat ini. Ia menganggap pemerintah mengerti tentang kebutuhan sehari – hari rumah tangga.

“senang,dengan diberikannya bantuan berupa telur dan beras,berarti pemerintah sangat tahu kebutuhan kami selaku ibu rumah tangga,hehe” cetusnya dengan senyum sumringah.

  Komentar untuk BANTUAN RASTRA KINI DIGANTI KARTU E -Warong

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!