BANJIR MENGEPUNG MOROWALI.
JATAM SULTENG DESAK PEMERINTAH CABUT IZIN PERTAMBANGAN

63537 medium post 68529 dc56dc9a a0ff 4f9b 8e1b 8538f30e7585 2019 06 12t15 48 23.802 08 00
Tiga kecamatan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terendam banjir bandang, Sabtu (8/6/2029). Banjir tersebut diakibatkan oleh luapan sungai, setelah Morowali diguyur hujan sejak sepekan terakhir.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulteng angkat bicara terkait banjir bandang yang melanda Kabupaten Morowali.

Kata Syahrudin selaku direktur Jatam Sulteng dalam statusnya via Fb, “Penambangan di Morowali adalah bukti bagaimana logika pendapatan mengalahkan logika keselamatan. Selalu dan selalu, pemerintah dan investasi pertambangan menjadikan wacana pertumbuhan ekonomi yang melejit hingga 12% di triwulan pertama tahun 2019 adalah harapan pembangunan. Tapi kini, musim penghujan tiba, banjir melanda kabupaten Morowali, kerugian materil dari dampak banjir dipastikan lebih besar daripada pedandapatan yang di Agung-agungkan seperti berhala kesuksesan”.

Lebih lanjut, dalam statusnya ia mengatakan bahwa banjir yang berada di Kawsan PT. IMIP - Bahodopi dan Kecamatan Bungku Pesisir dan sekitarnya, telah memutuskan akses menuju Kendari. Dalam situasi seperti ini, kami mendesak pemerintah melakukan upaya penyelamatan ruang hidup rakyat dengan mencabut izin pertambangan yang oper kapasitas jumlah dan luasannya di Morowali” Tutupnya di akhir status.
Sudah dilihat 28 kali

Komentar