Banjir Lumpur Desa Bangga dan Balongga, 698 Kepala Keluarga Diungsikan

59914 medium post 65707 86515da8 cf44 48c1 929f 6cc02ed7dc57 2019 04 29t22 02 51.379 08 00 59915 medium post 65707 b9b7d8e5 ee72 4206 85bb 14ecf2178c2c 2019 04 29t22 02 51.967 08 00
Akibat banjir lumpur yang melanda dua desa yaitu Bangga dan Balongga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), sedikitnya 698 kepala keluarga terpaksa harus diungsikan.

Laporan terkini yang diterima Suarapalu.com, dari relawan Lazismu Sulteng, Rudianto, ketinggian lumpur di sejumlah lokasi di dua desa tersebut bervariasi. Di desa Balongga, ketinggian lumpur mencapai 60 hingga 160 centimeter (cm), sedangkan di Desa Bangga 160 hingga 225 cm.

“Banjir berasal dari Sungai Ore di Desa Bangga. Banjir juga bukan hanya membawa lumpur. Kayu berukuran besar dari dalam hutan, juga ikut terbawa masuk ke pemukiman warga,” kata Rudianto, Senin (29/4).

Menurut salah seorang relawan berasal dari TRC MDMC Sulteng, Sultan, Sekitar 25 kepala keluarga di Desa Balongga, diungsikan akibat banjir lumpur yang menimbun rumah mereka.

“Desa Bangga yang paling parah. Menurut laporan dari Pak Bram, petugas Polsek Dolo, ada 696 kepala keluarga dengan total 2.620 jiwa, terpaksa mengungsi. Sebab, 90 persen desa itu tertimbun lumpur dan gelondongan kayu,” ujarnya.

Saat ini, kedua desa tersebut sangat membutuhkan bantuan. Dimana bantuan yang sangat dibutuhkan berupa makanan siap saji, keperluan bayi dan lansia, air bersih, tim medis dan alat untuk membersihkan lumpur. Listrik di ke dua desa itupun saat ini masih padam.

“BPBD dan dinas social sudah turun membantu warga. Tapi mereka juga terkendala dengan fasilitas dan tenaga. Melalui kesempatan ini, kami juga mengajak relawan yang ada, untuk ikut turun membantu warga yang saat ini sedang mengungsi,” ungkap Sultan.

sumber: suarapalu.com
Sudah dilihat 65 kali

Komentar