Badriyah Penggugah Kesadaran Warga Desa Kalisidi akan Pengelolaan Sampah

25128 medium badriyah0001 25129 medium badriyah0008
Pengelolaan sampah berbasis Komunitas di Desa Kalisidi sudah berjalan sejak tahun 2015. Diawali dari keprihatinan atas penumpukan sampah di beberapa tempat di Desa tersebut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuang limbah rumah sakit.

Badriyah dengan dukungan dari Pemerintah Desa membentuk Komunitas Bank Sampah Berbasis Lingkungan di Desa Kalisidi. Komunitas ini dikumpulkan dalam satu forum pertemuan setiap dua bulan sekali untuk evaluasi dan berbagi informasi. Selain itu pertemuan tingkat RT maupun RW rutin dilakukan Komunitas ini setiap satu bulan sekali. Sebagian besar pesertanya adalah ibu rumah tangga.

Bentuk dukungan dari Pemerintah Desa adalah bantuan keuangan terhadap perolehan sampah komunitas dengan sumber pendanaan berasal dari Bagi Hasil PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) sebesar Rp. 500/kg. Uang yang terkumpul dapat digunakan sebagai biaya operasional komunitas. Misalnya oleh Badriyah digunakan untuk membeli timbangan digital, kantong sampah gantung, kalkulator, buku, dll.

Tiap rumah akan memperoleh satu paket Kantong Sampah Gantung yang terdiri dari tiga kantong. Satu kantong untuk sampah plastik, layak jual, satu kantong untuk sampah kertas layak jual, dan satu kantong lagi untuk sampah aluminium, besi, atau sejenisnya. Jika terdapat jenis sampah yang lain bisa dilakukan pemilahan sampah secara mandiri.

Setelah sampah dipilah berdasarkan jenis, lalu ditimbang yang kemudian dicatat oleh Badriyah sebagai petugas di buku tabungan masing-masing peserta. Pengepul Sampah akan datang dan langsung membayar total perolehan sampah kepada Badriyah dan beliau akan menyimpan uang hasil penjualan tersebut sebagai tabungan atau bisa dipinjamkan kepada anggota. Uang perolehan masing-masing peserta akan dibagikan di akhir tahun atau menjelang Hari Raya Idul Fitri sesuai yang tertera di buku tabungan masing-masing.

Untuk sampah organik hasil rumah tangga, Pemerintah Desa bekerja sama dengan Komunitas Sampah Muda dan Mercy Corps Indonesia mengadakan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sampah organik dengan metode Takakura. Program diatas mampu mengurangi jumlah penumpukan sampah, serta yang paling penting mampu membentuk karakter warga dalam menjaga kebersihan dan menumbuhkan kepedulian lingkungan di sekitar mereka.
Sudah dilihat 44 kali

Komentar