AtmaGo di Kampung KB RW 02 Gunungketur, Pakualaman

59304 medium post 65148 6b62fde5 b6fd 4117 b2ce 095c35b2c59b 2019 04 22t16 21 50.509 07 00 59307 medium post 65148 76c1debd e726 49ec 98d2 9dc0c2734ac0 2019 04 22t16 23 52.672 07 00 59306 medium post 65148 864e9722 3466 45b2 9137 e4a191b83b16 2019 04 22t16 21 57.026 07 00 59308 medium post 65148 d418f2f6 c7e6 4764 8dda 23e81be29e23 2019 04 22t16 23 55.781 07 00
Apa yang kita pikirkan saat mendengar kata kampung, yang pasti akan banyak pendapat atau pikiran yang muncul , dari kumuh, padat, terbelakang, kriminal tapi ada juga pandangan positif seperti guyub, gotongroyong, bagian dari kota, dan istimewa. Dari pandangan-pandangan itu membuat kampong menjadi sasaran program-program Pemerintah dari yang fisik seperti program 100-0-100 yang fokus pada peningkatan kelayakan kampong sampai program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan. Salah satunya adalah program Kampung KB, sebuah program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016 merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.
Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Prinsipnya Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.
Di RW 02 Gunungketur Pakualaman, Yogyakarta program Kampung KB dicanangkan setahun yang lalu tapi keberhasilannya sudah melebihi target seperti yang diungkapkan oleh Ibu Dyah dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) dalam acara Kampung KB pada Sabtu, 20 April 2019 di Ruang Terbuka HIjau Publik(RTHP) Gunungketur, dan hal ini menjadi kebanggaan Camat Pakualaman, Ibu Rini yang mengatakan bahwa keberhasilan ini akan mendukung dan menjadikan semboyan Kecamatan Pakualaman yaitu HEBAT terealisasi.
HEBAT sendiri mempunyai kepanjangan disetiap hurufnya
H=Harmonis
E=Elok
B=Budaya
A=Asri
T=Tertib
Keberhasilan itu tentunya karena aktifnya kepengurusan RW, kelembagaan dan warga masyarakat dalam menjalankan program-program kelembagaan di wilayah. Kepercayaan diri pengurus semakin bertambah dengan kemampuan mereka menuliskan kegiatan dan keberhasilan mereka ke media online atmaGo sehingga banyak yang menginspirasi wilayah lain.
Karna smangat mereka atmaGo Yogyakarta mengajak warga dan menemani secara intensif beberapa bulan ini untuk membuat pilot project yaitu membuat profil Kampung dengan memodifikasi jurnalistik dan open street map yang diharapkan akan menjadi terobosan baru ini yang menarik. Semoga hal ini akan menginspirasi wilayah lain untuk mlakukan hal yang sama diutarakan Ketua RW 02, Bapak Krisyanto dalam penutupan acara tersebut. #rw02gunungketur
Sudah dilihat 67 kali

Komentar