Aspirasi Komunitas Peduli Lingkungan

67150 medium post 71549 32b79a53 4e12 4e85 8117 a7f604f65738 2019 07 18t18 20 05.488 08 00 67151 medium post 71549 da793211 8200 4e70 9bdd c9f3abdd1741 2019 07 18t18 20 12.491 08 00
Definisi Bencana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan definisi bencana yaitu :
" bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis ".
Pengertian tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.
Adapun bencana alam harus diakui selain faktor alamiah, juga terdapat keterlibatan manusia yang tidak bertanggungjawab, seperti melakukan aktivitas penebangan pohon secara ilegal hingga mengakibatkan bencana longsor dan banjir. Selain itu, aktifitas lain yang juga membuat keseimbangan ekosistem berubah adalah reklamasi dan tambang dengan tidak ubahnya deforestasi yang merusak hutan sebagai paru-paru dunia.
Sebab itulah, komunitas peduli lingkungan seperti WALHI, JATAM, Serikat Nelayan, sering menggelar aksi menolak berbagai aktivitas merusak lingkungan berkedok investasi dan pembangunan fasilitas publik demi peningkatan perekonomian.
Eks reklamasi teluk Palu misalnya, yang berada di tepi pantai Taman Ria Palu, menjadi tempat penanda penolakan atas adanya aktivitas reklamasi teluk Palu, dan juga bentuk deforestasi di Sulawesi Tengah.
Bendera yang terpancar di bekas bangunan disekitar Taman Ria Palu, sebagai bentuk aspirasi pegiat lingkungan atas perubahan iklim dan berbagai bencana yang melanda Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah.
Pemerintah juga harus bijak, sebab dengan fenomena bencana yang semakin sering terjadi, harus membatasi izin perusahaan dan aktifitas masyarakat yang merusak keseimbangan alam, karena dengan dalih peningkatan ekonomi sekalipun tetapi merusak hayati hanya akan memberi kerugian lebih besar dibandingkan dengan meningkatnya ekonomi.
Sudah dilihat 40 kali

Komentar