Aspirasi Akamsi di antara Tumpukan Gorengan dan Meja Angkringan

15 October 2020, 19:23 WIB
6 0 155
Gambar untuk Aspirasi Akamsi di antara Tumpukan Gorengan dan Meja Angkringan
Posisi matahari mulai sejajar dengan berdirinya manusia pada pukul 14.00 WIB, Sabtu, (10/10/2020). Pertanda Angkringan Bagong yang terletak di area Mojosongo, Jebres, Solo, sudah buka. Percakapan ringan segera dimulai dari yang ringan hingga berat pada malam harinya.

Angkringan menjadi tempat makan favorit bagi semua kalangan yang menyajikan berbagai makanan seperti nasi bungkus, gorengan, sate dan lain-lain. Gerobak dorong khasnya yang digunakan sebagai meja dalam menyajikan hidangan sangat melekat dengan daerah Yogyakarta dan Solo. Selain menjadi tempat makan, angkringan juga menjadi ruang diskusi bagi anak muda dalam mengkritisi berbagai isu yang sedang berkembang di lingkungannya.

Salah satu isu yang saat ini tengah dibicarakan beberapa anak muda Solo adalah Pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hal ini terjadi di Angkringan Bagong yang terletak di bagian Solo Utara, Mojosongo. Nama Bagong berasal dari panggilan pemilik angkringan yang dikenal jenaka dan selalu memberikan jempolnya ketika setuju dengan ajakan maupun pendapat temannya. Memang pada waktu siang hari angkringan ini didominasi oleh ojek online yang beristirahat sembari menunggu orderan, namun ketika malam pembicaraan mulai berat dengan membahas Pilkada Solo.

Ba’da isya seakan memberikan tanda bagi Bagong bahwa anak-anak muda kritis yang ia juga kenal mulai berdatangan dan menanyakan apakah anggota forum diskusi biasanya sudah datang. Sembari memesan minuman hangat yang kala itu suhu menunjukan 21-24 derajat celcius, beberapa anak muda ini biasanya memulai pembicaraan ringan seperti sepak bola dan musik pada pemilik wedangan sebelum anggota forum diskusi datang semua.

Angkringan yang sudah dibukanya dua tahun ini menjadi tempat untuk mencari pundi-pundi, sekaligus mendapat berbagai informasi dari obrolan para pelanggannya. Akan menjadi bonus ketika anak muda kritis yang datang saling memberikan penjelasannya dengan bukti-bukti subjektif masing-masing. Ia mengaku terdapat perbedaan seiring berjalannya waktu dari awal buka angkringan. Jika dahulu kursi di depan grobaknya sering diduduki orang tua yang hanya mengisi perut lalu pergi, sekarang yang dilihat adalah anak muda dengan pembahasan kritisnya.

“Dahulu yang nongkrong disini hanya orang tua, itu pun hanya makan di tempat, setelahnya habis langsung pulang. Sekarang justru banyak anak-anak muda yang kesini, baik dari Akamsi (anak kampung sini) maupun komunitas. Untuk saat ini anak-anak muda disini sering ngobrol bab Pilkada Solo yang akan dilaksanakan pada bulan Desember. Semakin menarik bagi saya untuk menguping pembicaraan generasi muda tersebut sampai dini hari waktunya saya kukutan,” Jelas Adit, pemilik wedangan yang sering dipanggil Bagong.

Pilkada Solo

Pilkada Solo yang akan diselenggarakan pada Rabu, (9/12/2020) memang mengundang perhatian banyak kalangan. Mulai muda hingga tua saling membicarakan proses berjalannya pemilihan orang nomer satu di Kota Bengawan ini. Jumat, (23/9/2020), KPU Solo menetapkan dua Pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota, diantaranya ada Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso yang diusung PDIP, serta Bagyo Wahyono-FX Suparjo melalui jalur independen.

Penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota tersebut mendapat respon beragam dari beberapa anak muda di Kota Keroncong ini. Salah satunya Bagong. Pemilik angkringan ini seolah menunjukkan kekecewaannya atas penyelenggaraan Pilkada Solo. Salah satunya karena tetap dilaksanakan di masa pandemi coronavirus diseases 2019 (Covid-19). Seolah standart ganda, ia kecewa Pilkada diijinkan terus jalan, sementara agenda penting lain seperti Liga Sepakbola Indonesia dihentikan. “Saya kurang setuju jika Pilkada dilaksanakan tapi Liga Sepakbola Indonesia malah dihentikan. Padahal keduanya sama-sama mengundang massa lho, kalau Pilkada jalan, liga sepakbola ya harus jalan,” kata Bagong.

Selain soal penyelenggaraan Pilkada Solo, terdapat keraguan pula dari anak muda terhadap Paslon yang sudah ditentukan oleh KPU. Pemuda asli Mojosongo, Najib, menyampaikan keraguannya terhadap dua Paslon. “Saya ragu dengan calon Wali Kota Solo pada Pilkada kali ini, soalnya terlihat kurang akan pengalamannya di dunia politik jika dilihat dari latar belakang masing-masing. Mas Gibran mungkin masih terlalu muda, sedangkan Pak Bagyo saya tidak kenal,” kata dia.

Najib kemudian mengulas alasan keraguannya. Sepekan lalu dia menyaksikan tayangan Mata Najwa di kanal Narasi TV dengan judul Berebut Takhta di Tengah Wabah. Jawaban kedua calon atas pertanyaan yang disampaikan host Najwa Sihab atau biasa dipanggil Nana menurutnya kurang kuat. Sehingga membuat tanda tanya besar di pikirannya soal kemampuan kedua calon.

Hal berbeda diungkapkan oleh Rifqi, pemuda daerah setempat yang setuju jika Pilkada Solo tetap berlangsung. Menurutnya pemilu adalah bagian penting dari tradisi masyarakat Indonesia untuk menjembatani suara rakyat dalam memilih calon pemimpin. Makanya penting untuk tetap digelar. “Saya setuju jika Pilkada Solo tetap dilaksanakan, namun kegiatan lain harus bernasib sama dong. Sebagai contoh liga sepakbola Indonesia, acara musik, dan lain-lain yang intinya sama-sama mengundang masa layaknya pelaksanaan pemilu,” kelakar Rifqi. (Galih Bayu Aji)

#PilkadaSolo #PPMN #Respect #JWSolo

  Komentar untuk Aspirasi Akamsi di antara Tumpukan Gorengan dan Meja Angkringan

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Tetangga suplai logistik warga isolasi mandiri di Kepatihan

    Deni Suryanti  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  3. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

    Desty  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

    Desty  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  19 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Sebagian Kain Menghasilkan Mikroplastik Ketika Dicuci

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Songgon, Banyuwangi  |  18 Oct 2020