Armada Pengangkut Tanah di Jalan Bosih Cibitung Disoal Warga

28486 medium img 20180719 wa0107
Tidak teraturnya jam masuk armada pengangkut tanah (dumtruk-red) di Kecamatan Cibitung yang dilakukan pengembang perumahan maupun pekerjaan ruas jalan tol Cibitung-Cilincing, membuat resah para pengguna jalan, serta masayarakat sekitar, selain hujan debu, juga membuat macet jalan.

Mardali salah satu warga di Kelurahan Wanasari mengatakan, dirinya sebagai warga meminta kepada pihak yang terkait untuk melakukan langkah agar masyarakat tidak dirugikan oleh pekerjaan yang dilakukan pengembang perumahan maupun pekerjaan yang dilakukan Pemerintah Pusat untuk membuat jalan tol Cibitung-Cilincing.

"Pada dasarnya kita sebagai warga ga menghalangi pembangunan yang ada di wilayah kita. tapi apakah harus hak-hak kita sebagai pengguna jalan terganggu????," tuturnya sambil memperlihatkan Whasapp grup nya, Kamis (19/7).

Hal senada juga diungkapkan Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Cibitung, Yusuf dirinya merasa kegiatan yang dilakukan pengembang perumahan serta PT. Waskita dalam melaksanakan pengangkutan tanah seyogyanya memahami kondisi jalan dan melaksanakan antisipasi seperti pada saat jam sibuk jangan dilakukan pengangkutan, dilakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu, tanah yang berceceran dibersihkan sehingga tidak merugikan pengguna jalan dan yang tinggal disekitar jalan karena banyak toko-toko disepanjang jalan bosih raya.

"Kami meminta pihak desa, kecamatan mengambil sikap karena tanah banyak yang berserakan di jalan CBL-Kertamukti. belom lagi jam oprasional mobil yang menurutnya perlu di evaluasi lagi tuh, biar aktifitas warga tidak terganggu, "katanya.

Terpisah, Kades Wanajaya, Suhanda Darmawan ketika dikonfirmasi media mengatakan, dirinya mendapatkan keluhan warganya dengan kemacetan dan jalanan yang berdebu, oleh karena itu pihaknya langsung melaporkan ke Kecamatan untuk dilakukan langkah lanjutan.

"Bener bang, itu sangat berdampak, jalan menjadi macet dan berdebu, harusnya kegiatan dilakukan malam hari, sebab kalau siang khawatir anak-anak yang pada berangkat dan pulang sekolah juga terjadi celaka dan ini sudah kami laporkan ke Camat,"keluh kades Wanajaya saat di temui di kantor Desa.

Sementara itu, Camat Cibitung H. Hasan Basri menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan langkah dengan melayangkan surat kepada PT. Waskita selaku pemenang tender atas pembangunan jalan Tol Cibitung - Cilincing dan Pengembang perumahan yang sedang mengerjakan pengurugan di wilayah Cibitung tersebut.

"Kami mendapatkan laporan maupun keluhan warga Wanasari dan Wanajaya sama laporan Kades dan Lurah. Dan sudah Saya layangkan surat kepada pihak PT.Waskita dan Pengembang perumahan yang melakukan pekerjaan pengurugan," ucapnya saat ditemui di kantor Kecamatan.

Dirinya menjelaskan, Dalam suratnya Ia meminta kepada PT.Waskita dan Pengembang perumahan dapat melihat keadaan situasi dan kondisi keadaan jalan dan waktu yang tepat dalam melakukan kegiatan pengangkutan tanah. Serta juga memikirkan dampak dari kegiatan tersebut.

"Kami harap, pihak-pihak yang sedang melakukan pengurugan, agar melihat situasi keadaan arus lalulintas di jl. Bosih ini, artinya aktifitas truk agar dilakukan pada saat jam yang tidak sibuk sekitar jam 9:00 s/d 14:00 saja, Trus malem jam 21:00 s/d 5:00 saat warga tidak banyak melakukan aktifitas, dan kondisi jalan pun lenggang dan sepi. Tapi sampe sekarang belum ada jawaban, "tegasnya.
Sudah dilihat 47 kali

Komentar