APOTEKER HARUS BISA MENJADI MITRA KONSULTASI PASIEN MAUPUN MASYARAKAT

17 November 2019, 19:06 WIB
0 0 42
Gambar untuk APOTEKER HARUS BISA MENJADI MITRA KONSULTASI PASIEN MAUPUN MASYARAKAT
Bupati Tolitoli diwakili Asisten Sekretaris Daerah bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Ir Muh Nur Munawar, menghadiri Pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Tolitoli periode 2018-2020 sekaligus membuka kegiatan Rapat Kerja Cabang Pengurus IAI Kabupaten Tolitoli yang dirangkaikan dengan Seminar Kefarmasian pada Minggu pagi (17/11). Kegiatan yang dilaksanakan di Room Pulau Simatang Hotel Mitra Utama Tolitoli itu mengusung tema _All About Costicosteroids_.

Ketua Panitia Penyelenggara, Apoteker Kaleb Kadang S.Farm Apt, bahwa kegiatan dilaksanakan berdasarkan rekomendasi Pengurus Daerah IAI Sulawesi Tengah, juga untuk menambah wawasan pengetahuan di bidang kesehatan, khususnya bidang kefarmasian dalam melayani masyarakat di Kabupaten Tolitoli. Selain itu, diharapkan dapat dihasilkan program-program kerja nyata yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota IAI cabang Tolitoli dan pada seluruh masyarakat. Peserta Kegiatan berjumlah kurang lebih 180 orang, terdiri dari Pengurus dan Anggota IAI Cabang Tolitoli, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Tolitoli dan Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tolitoli Jurusan Farmasi dengan narasumber masing-masing Dokter Ahli Kulit, dr Andi Nurhana Sp. KK, Pharmasi Klinik, Muh Tamrin Tahir S.Si.,M.Farm,Apt dan Ketua Pengurus Daerah Sulawesi Tengah, DR Abd Rahman Razak, S.Si.,M.Si,Apt.

Bupati Tolitoli dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat berperilaku hidup sehat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaannya termasuk Ikatan Apoteker Indonesia.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan bahwa sebagai Farmasis, mempunyai peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena yang paling kompeten dan mengetahui tentang obat-obatan dan telah banyak belajar tentang farmasi.

Keterkaitan farmasis dalam fungsi kesehatan masyarakat terutama dalam menyusun kebijakan menyangkut kesehatan baik di tingkat lokal maupun nasional dan bahkan internasional. Sebagai Apoteker, juga berperan dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan mutu kehidupan pasien. Salah satunya adalah memberikan konseling kepada pasien dan masyarakat terkait penggunaan obat yang benar. Apoteker harus bisa menjadi mitra konsultasi pasien maupun masyarakat tentang pemilihan antibiotik, perhitungan dosis dan cara pemakaiannya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli Drs. Bakri Idrus, Apt.,MM, Sekretaris Pengurus Daerah IAI Sulawesi Tengah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Tolitoli, Para pengurus Profesi Kesehatan, peserta seminar, peserta rapat kerja cabang dan undangan lainnya.

Reporter : *AULIA, S.IP*
(Tim Liputan Bagian Humas dan Protokol Setdakab Tolitoli)

  Komentar untuk APOTEKER HARUS BISA MENJADI MITRA KONSULTASI PASIEN MAUPUN MASYARAKAT

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!