APBD Kota Bekasi menipis, Kartu Sehat (KS) kemungkinan kena imbasnya

35883 medium screenshot 20181015 195344
Kemungkinan warga Bekasi mulai ketar-ketir lantaran APBD Kota Bekasi menipis.
"Saat ini kondisi keuangan (APBD-P) kita sangat memprihatinkan. Dana yang ada di kas daerah saat ini hanya Rp118 miliar dari kebutuhan belanja hingga November 2018 Rp400 miliar," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Senin (15/10)
dengan dana pembangunan yang tersisa saat ini, diperkirakan hanya cukup menutupi kebutuhan belanja daerah hingga November 2018. Menipisnya APBD dinilai lantaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak digali optimal oleh perangkat kerja terkait
"Semua kegiatan pemeirntah daerah saat ini terancam disgentikan, karena uangnya tidak ada. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak digali optimal oleh perangkat kerja terkait," ujarnya.
Setidaknya akan ada 13.000 lebih Tenaga Kerja Kontrak (TKK) serta tunjangan kerja 12.000 lebih Aparatur sipil Negara (ASN) tidak dibayar, bukan itu saja, program Kartu Sehat (KS-NIK) kemungkinan juga bakal kena dampaknya.
Wali Kota Bekasi menginstruksikan seluruh pemangku kebijakan keuangan daerah di wilayah Kota Bekasi untuk bekerja ekstra keras menutupi kekurangan dana daerah.

"Kita harus kerja keras semua. Kejar piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame, pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kita harus selamatkan Kota Bekasi dalam tiga bulan ini. Potensi daerah harus digali, kalau potensinya tidak dicari, bisa tutup ini pemerintahan karena pengeluaran tidak berhenti," jelasnya.

Selengkapnya: https://m.antaranews.com/berita/758628/pemkot-bekasi-harus-kerja-keras-atasi-defisit-rp282-miliar
Sudah dilihat 134 kali

Komentar