APBD Kota Bekasi menipis, Kartu Sehat (KS) kemungkinan kena imbasnya

15 October 2018, 19:55 WIB
1 0 389
Gambar untuk APBD Kota Bekasi menipis, Kartu Sehat (KS) kemungkinan kena imbasnya
Kemungkinan warga Bekasi mulai ketar-ketir lantaran APBD Kota Bekasi menipis.
"Saat ini kondisi keuangan (APBD-P) kita sangat memprihatinkan. Dana yang ada di kas daerah saat ini hanya Rp118 miliar dari kebutuhan belanja hingga November 2018 Rp400 miliar," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi Senin (15/10)
dengan dana pembangunan yang tersisa saat ini, diperkirakan hanya cukup menutupi kebutuhan belanja daerah hingga November 2018. Menipisnya APBD dinilai lantaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak digali optimal oleh perangkat kerja terkait
"Semua kegiatan pemeirntah daerah saat ini terancam disgentikan, karena uangnya tidak ada. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak digali optimal oleh perangkat kerja terkait," ujarnya.
Setidaknya akan ada 13.000 lebih Tenaga Kerja Kontrak (TKK) serta tunjangan kerja 12.000 lebih Aparatur sipil Negara (ASN) tidak dibayar, bukan itu saja, program Kartu Sehat (KS-NIK) kemungkinan juga bakal kena dampaknya.
Wali Kota Bekasi menginstruksikan seluruh pemangku kebijakan keuangan daerah di wilayah Kota Bekasi untuk bekerja ekstra keras menutupi kekurangan dana daerah.

"Kita harus kerja keras semua. Kejar piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame, pajak Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kita harus selamatkan Kota Bekasi dalam tiga bulan ini. Potensi daerah harus digali, kalau potensinya tidak dicari, bisa tutup ini pemerintahan karena pengeluaran tidak berhenti," jelasnya.

Selengkapnya: https://m.antaranews.com/berita/758628/pemkot-bekasi-harus-kerja-keras-atasi-defisit-rp282-miliar

  Komentar untuk APBD Kota Bekasi menipis, Kartu Sehat (KS) kemungkinan kena imbasnya

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. MENGAWAL KEBIJAKAN RESPONSIF JENDER DARI DESA

    Yani Mashudi  di  Manyar, Gresik  |  23 Sep 2020
  3. KOMUNITAS BELAJAR MADANI SOLO (KOMBES) terbentuk!

    Tina Dewi S  di  Surakarta Kota  |  22 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 15
    Komentar

    Royongan Komposter

    Narumi Akana  di  Wonosobo  |  27 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  3. 4
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  24 Sep 2020
  4. 2
    Komentar

    Boomingkan Literasi, TBM AL-LATIF Berkolaborasi dengan KKN UIN SMH Banten 2020

    @leo_ikals  di  Mandalawangi, Pandeglang  |  28 Sep 2020