Apa Manfaat Dari 15 Tahun Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional?

Gambar untuk Apa Manfaat Dari 15 Tahun Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional?
#tragedi_leuwigajah


Apa Manfaat Dari 15 Tahun Peringatan Hari Peduli #Sampah Nasional?





#catat :
โ€œJangan-jangan banyak yang tidak tahu #HPSN itu sebenarnya memperingati apa.โ€


Banyak orang sekadar ikut-ikutan peduli soal sampah. Padahal mereka tidak tahu apa-apa dan ditarik tren. Lalu mereka ini dengan gagahnya ikut peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Buktinya, 15 tahun peringatan HPSN tak menghasilkan apa-apa. Setiap peringatan HPSN justru menambah gunungan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). Sebuah ironi yang sangat paradoks dengan sesuatu yang sedang diperingatinya.

Banyak yang tidak tahu bahwa HPSN sesungguhnya adalah peringatan atas kejadian longsor gunung sampah di TPA Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005. Menewaskan 150 orang penduduk sekitar TPA. Suatu kejadian nahas yang sekarang diperingati dengan suka cita.

Mayoritas HPSN diperingati dengan kegiatan-kegiatan yang sama sekali jauh dari ruhnya. Apa ruhnya?

Ruh peringatan HPSN seharusnya berpulang pada kejadian yang menjadi tonggak peringatannya. Yaitu, pengurangan sampah yang dibuang ke TPA. Supaya gunungan-gunungan sampah tak bertambah.

Namun, kenyataan justru sebaliknya. Di hari peringatan HPSN justru digelar kegiatan yang menghasilkan sampah besar-besaran. Baik itu dari kegiatan massal seminar, pameran, senam bersama hingga bersih-bersih sampah massal. Yang semua sampahnya bisa dipastikan tak dikelola dan berakhir di TPA. Menambah gunungan sampah di setiap TPA se Indonesia.

Sekarang sudah 15 tahun peringatan HPSN dilakukan. Dan tetap begitu-begitu saja. Bukannya mengurangi sampah ke TPA, malah makin menambahnya. Sehingga makin tinggi risiko kejadian seperti 15 tahun silam di semua TPA.

Mestinya, HPSN menjadi hari evaluasi bersama seluruh Indonesia mengenai pelaksanaan Waste Management. Mengoreksi tentang sudah benarkah tata kelola sampah dilakukan dan sejauh mana tata kelola itu menyebabkan pengurangan sampah di TPA.

Toh sudah ada Undang Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS) yang terbit 3 tahun usai kejadian di Leuwigajah. Aturan induk pengelolaan sampah yang banyak sekali aturan terbit setelahnya.

Semua regulasi itu seharusnya menjadi solusi persampahan agar gunungan sampah di TPA tak terus menerus bertambah. Tak akan berat pengelolaan sampah jika mau dilaksanakan. Kecuali memang ada yang senang Indonesia terus kotor dan bermasalah dengan sampah. (nra)

Photo Source : Gesuri.id
Written By : Nara Ahirullah


Sumber :

https://ceritanara.com/2020/02/20/apa-manfaat-15-tahun-peringatan-hpsn.html

  Komentar untuk Apa Manfaat Dari 15 Tahun Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional?

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Lawan Corona, Karang Taruna Desa Kedung Jaya melakukan kegiatan spraying Desinfektan

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  25 Mar 2020
  2. KARANG TARUNA BUNI BAKTI MENGGANDENG FORUM REMAJA UNTUK PENCEGAHAN COVID-19

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  28 Mar 2020
  3. RELAWAN APIK LAKUKAN PENGGALANGAN DANA DONASI COIN CORONA

    Abdul Hakim Sanii  di  Tarumajaya, Bekasi Kabupaten  |  27 Mar 2020
  4. Penyemprotan Disinfektan di Kel. Wirogunan sebagai Aksi #GASAKita

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  27 Mar 2020

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Merindukan Bale Bangket Buger (MB3)

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  27 Mar 2020
  2. 5
    Komentar

    PUSKESDES (Pusat Kesehatan Desa)

    Emy sibat mojopanggung  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  26 Mar 2020
  3. 4
    Komentar

    Belanja Dari Rumah, Ini Nomor Kontak Berbagai Pedagang Pasar Di DKI Jakarta

    Alfan Kasdar Kasdar  di  Jakarta Pusat  |  30 Mar 2020
  4. 4
    Komentar

    Suara Siswa SMA, UN di tiadakan (?) #WargaLawanCorona

    Ranty Meyliana  di  Tolitoli  |  30 Mar 2020