Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Status Dinaikkan Level II

9 August 2019, 22:54 WIB
4 0 76
Gambar untuk Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Status Dinaikkan Level II
Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan terhitung sejak 1 Juni hingga 8 Agustus 2019. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung dari level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019.

Berdasarkan hasil pengamatan visual ke arah puncak Gunung Slamet sejak Juni 2019 hingga 8 Agustus 2019 pada umumnya dapat diamati dengan baik. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak.

Untuk hasil rekaman kegempaan dalam periode yang sama didominasi oleh gempa hembusan dan tektonik. Selama Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik Lokal dan 17 kali gempa tektonik Jauh. Selain gempa-gempa tersebut, pada akhir Juli 2019 mulai terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0.5 - 2 mm. Getaran tremor ini masih terjadi hingga saat pelaporan. Energi kegempaan terdeteksi meningkat, secara gradual.

Kemudian menurut hasil pengukuran suhu mata air panas pada 3 (tiga) lokasi menunjukkan nilai 44,8 hingga 50.8 °C. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya.

Berdasarkan data-data pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa Gunung Slamet mengalami aktivitas secara kegempaan dan deformasi yang cukup signifikan, namun secara visual belum teramati adanya gejala erupsi. Kendati demikian PVMBG memprediksi bahwa potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.

Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik dengan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi. Kondisi tersebut terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas sehingga dalam Level II (Waspada) ini direkomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak puncak.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan berita palsu atau hoaks yang dapat meresahkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kabupaten setempat agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Sumber:
Agus Wibowo
Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

  Komentar untuk Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Status Dinaikkan Level II

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. GASA Kembali Berbagi Sayuran "Warga Bantu Warga" di Lima Kampung se-Kel. Wirogunan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 May 2020
  2. Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  2. 3
    Komentar

    Jelang Idul Fitri Semua Pusat Perbelanjaan Ditutup

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  21 May 2020
  3. 2
    Komentar

    CORONA TIDAK MENJADI PENGHALANG RUTINITAS

    WAHYU NAN HANDA  di  Praya, Lombok Tengah  |  20 May 2020
  4. 2
    Komentar

    PT Chandra Asri Dukung Penerapan Aspal Plastik Di Semarang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Semarang Kota  |  22 May 2020