Akses Jalan Nasional di Blokade oleh Masyarakat Pulo Ampel

52697 medium post 58925 f99253f5 a653 4b72 9886 253d93a4def1 2019 03 07t14 32 46.134 07 00
PULOAMPEL | Kerusakan jalan Nasional yang berada di kecamatan Puloampel, Serang-Banten membuat warga dan pengendara kesal hingga memicu aksi tanam pohon di tengah jalan, Rabu (6/3/2019).
Aksi protes dengan menanam pohon pisang dan tanaman lainnya di tengah jalan rusak ini dilakukan warga kampung Candi Desa Puloampel Kecamatan Puloampel Serang-Banten. Tak hanya tanam pohon saja, warga juga melakukan aksi memancing di lubang jalan.
Warga Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, seolah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kekesalan terhadap kondisi jalan di wilayah mereka yang memprihatinkan, kerap digenangi air ketika turun hujan sehingga mengganggu aktivitas mereka.
Setidaknya dengan menggelar aksi spontanitas yang dilakukan sejumlah warga dengan cara merebahkan seluruh tubuhnya di dalam genangan air sambil berfoto-foto bak model berprofesional yang diperagakan salah satu warga, sementara warga lainnya memperagakan aksi memancing di luapan air yang menggenangi Jalan Raya Pulo Ampel-Bojonegara, tepatnya di Kampung Candi, Desa Puloampel, Kecamatan Pulo Ampel.
Menurut warga, jalan tersebut sudah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki. Padahal jalan tersebut merupakan akses vital dalam berbagai sektor kegiatan masyarakat setempat, seperti sektor perekonomian, pembangunan dan  pendidikan. Kondisi semakin bertambah parah saat hujan, karena banyak lubang yang digenangi air sehingga membuat pengguna jalan terganggu. Tak sedikit pengendara sepeda motor oleng dan akhirnya terjatuh. 
"Ini bentuk keprihatinan warga karena berpuluh-puluh tahun lebih jalan ini tak ada perbaikan yang berarti," ujar Mahdi salah satu warga sekitar.
Dalam waktu yang sama ketua Front Pembela Islam (FPI) DPC Bojonegara Malik, mengatakan aksi tanpa orasi ini dilakukan sebagai bentuk sindiran dan kritikan terhadap pemerintah yang hingga kini seolah membiarkan kondisi jalan layaknya aliran sungai. “Ini bukan aksi sensasi, tetapi sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang hingga kini belum ada perhatian pemerintah,” ungkapnya.
Camat Puloampel Encep Benyamin Sumantri juga menyampaikan Masyarakat mohon bersabar karena butuh waktu lama untuk merampungkan hasil musyawarah kita terhadap pemda. "Kita (pemerintah kecamatan) sudah ajukan keluhan-keluhan masyarakat terhadap pemerintah kabupaten dan menghasilkan beberap poin yaitu ada 7 (tujuh) titik koordinat yang akan di perbaiki, badan jalan nasional akan mapping titik banjir, Bupati akan membuat surat kebadan jalan nasional agar segera ditangani, legalisasi galian C harus ditertibkan” ungkap Camat.
Ari Dailami sebagai perwakilan Ikatan Mahasiswa Bojonegara-Puloampel (IKMBP) mengungkapkan, "warga bisa saja melaporkan pemerintah atas permasalahan jalan ini karena sudah tertuang dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dalam pasal 273 ini dimaksud oleh UU adalah untuk memberikan pelajaran kepada pemerintah agar bertanggung jawab atas kualitas sarana prasarana jalan, untuk lalu lintas masyarakat yang baik dan tahan lama serta aman penggunaannya."
"Pemerintah daerah maupun Pemerintah pusat bisa dikenakan sanksi jika membiarkan jalan rusak, sehingga mengakibatkan jatuh korban akibat kecelakaan," paparnya. #pattiroSerang #atmago
Sudah dilihat 104 kali

Komentar

  • Missing avatar

    Ijin klarifikasi min. Kang Abdul Malik itu bukan ketua DPC front pembela Islam kec bojonegara, tapi DPC kec. Puloampel