Akibat hutang orang tua, 1 anak meninggal tak diurus mayatnya

53111 medium post 59341 a8920a7f 2652 4d13 abbe db5eccfb18dc 2019 03 11t07 43 05.301 07 00
Hutang orang tua, anak menanggung derita. Mungkin hal itu kerap diketahui lewat tayangan sinetron televisi, tapi melirik lagi lebih jauh, rupa-rupanya itu benar-benar terjadi di indonesia. di Kelurahan Labalawa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau 2 anak jadi korban hutang orang tuanya, naasnya lagi satu anak meninggal dunia lantaran terbakar dan dibiarkan begitu saja terbengkalai tanya diurua jenajahya.
Adalah Ramadan (9, anak yang meninggal di rumahnya karena tak mampu menerobos api saat pondoknya dilalap si jago merah, Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 01.00 Wita dini hari.
Sementara sang kakak, Risno (16) selamat setelah membujuk adiknya untuk menerobos api yang halangi jalan keluar dari kamarnya.
"Saya tarik tangannya. Saya panggil mari kita keluar dari rumah, tapi dia takut lewati api," ujar Risno menceritakan kepada warga dan polisi.
Ketua RT 03 Lingkungan Katapi Kelurahan Betoambari, La Eda, mengatakan kedua korban tinggal dengan neneknya. Sedangkan kedua orang tuanya, sudah beberapa lama keluar dari kampung dan pernah dicari warga.
"Ayahnya kabarnya di Kalimantan. Ibunya tidak tahu di mana. Waktu kebakaran itu, saya dengar dari warga. Langsung saya menuju lokasi ternyata rumahnya sudah dilalap api," ujar La Eda.
Risno sempat dirawat di rumah sakit karena luka bakar yang dideritanya. Sedangkan Ramadan (9), jenazahnya masih berada di dalam rumah dibiarkan begitu saja tanpa ada satupun warga yang mempedulikanmya hingga akhirnya dievakuasi oleh polisi pada pagi hari.
menurut warga setempat, kedua orng yua bocah malang yersebut memiliki utang. Beberapa waktu lalu, ayah korban yang tidak diketahui namanya oleh warga kampung sempat meminjam sepeda motor milik salah satu warga.
Sepeda motor ini, ternyata tak pernah dikembalikan oleh ayah korban. Beberapa bulan menunggu, pemilik motor mendengar kabar jika ayah korban sudah berada di Kalimantan. Sedangkan ibu korban yang sudah pisah ranjang, tak tahu di mana keberadaannya.
Dampak yang terjadi Risno dan Ramadan sempat dikucilkan di kampung tempat mereka tinggal. Puncaknya, saat Ramadan harus dikuburkan secepatnya, warga banyak yang tak ingin mengurus jenazahnya.
Kapolsek Murhum Ipda Ipda Marvi Oksiriana Cakti STrK membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, ada informasi dari warga soal orangtua kedua korban yang bermasalah.
"Kasian kan, bocah begitu sudah tewas terbakar kemudian saat akan dikebumikan dia masih dikait-kaitkan dengan masalah orangtuanya, yaa kuburkan dulu lah," ujar Ipda Marvi Oksiriana.
Sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/3913406/kisah-pilu-bocah-ramadhan-jasadnya-ditolak-warga-karena-utang-orang-tua?espv=1
Sudah dilihat 114 kali

Komentar