Air Bersih Pasca Banjir

60986 medium 20190505 110835
Krisis air bersih bukanlah hal yang baru dan bukan hanya disebabkan kekerngan akibat kemarau yang panjang.. Kelangkaan air bersih juga terjadi di lokasi pasca bencana banjir. Seperti yang dialami sebagian masyarakat desa Sambo yang mengharapkan pasokan air bersih dari sumber mata air gunung yang saat ini tidak ada lagi akibat instalasi pipa penghubungnya hancur di terjang banjir bandang tanggal 29 April 2019. Air sungai keruh berwarna coklat susu karena bercampur lumpur halus mengalir yang membelah desa Sambo dan desa Visolo kecamatan Dolo Selatan. Untuk mendapatkan air bersih sebagian warga dusun dua desa Sambo menggali ditepi sungai sumur-sumur penampung air sungai (Bahasa Kaili : Buvu). Dari sumur-sumur sederhana itu menunggu beberapa saat, air tenang dan bersih - lebih lama lebih baik - lebih bersih. satu sumur maksimal di dapatkan 1 sampai 2 liter air dalam sekali ambil,. selanjutnya menunggu sumur terisi kembali oleh air sungai yang meresap masuk dari dicelah-celah pasir dan bebatuan. Untuk mendapatkan air yang lebih bersih dan jernih dari sumur penampung selanjutnya dapat menggunakan alat penyaring air sederhana. Upaya penjernihan air sungai secara sederhana ini tidaklah cukup memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat apalagi sudah masuk bulan Ramadhan. #RamadhanBangkit #AtmaGoSulteng. . . . . .
Sudah dilihat 17 kali

Komentar