Agar Amal Baik Kita Tidak Hilang Dari Buku Catatan Amal

62041 medium post 67390 384de762 b591 4255 b001 0bc2ba0f01fc 2019 05 23t19 25 14.869 08 00
Beberapa waktu ini, dunia maya heboh dengan kejadian di ibu kota. Tidak hanya itu, akhir-akhir ini sepertinya beranda medos sering muncul beberapa tulisan-tulisan yang mengandung unsur provokasi dan ujaran kebencian. Untuk para netizen, hayuk cek lagi medsos kita, apa yang kita sampaikan dengan tanpa dasar bisa menjadi jejak kita, tak hanya jejak digital melainkan jejak di Akhirat kelak. Untuk para netizen, mari bijak-bijaklah merespon setiap informasi yang masuk, agar amal ibadah kita tak lantas hilang oleh nafsu sesaat.
"Dan, Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan lalu kami aka jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan" ( Al-furqan: 23)
Suadaraku, ada beberapa perilaku tidak terpuji yang bisa memusnahkan amal dan pahala kebajikan yang sebelumnya telah kita miliki. Perbuatan-perbuatan itu akan menghilangkan pahala shalat, puasa, zakat, yang sudah dikerjakan karena digunakan untuk menebus dosa-dosa dinatas sehingga semua amal itu akan menjadi sia-sia. Oleh sebab, Nabi Muhammad saw, menyebut orang yang mengalami gal itu sebagai orang yang "bangkrut".
Nabi Muhammad saw bersabda "Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu ? Mereka menjawab, 'orang yang bangkrut di kalangan kami adalah irabg yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta (barang)'. Nabi Muhammad bersabda, "Sesungguhnya, orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat. Namun, ia juga datang dengan membawa dosa kezaliman. Ia pernah mencerca si Ini, Menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan atas kezalimannya tersebut diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si Anu, da si Itu, hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dizaliminya, sedangkan belum semua kezalimannya tertebus, diambillah kejelekan (kesalahan) yang dimiliki oleh orang yang dizaliminya lalu ditimpakan kepadanya. Kemudian, ia dicampakkan kedalam neraka" (HR Muslim).
Marilah senantiasa berhati-hati agar niat baik kita untuk berdakwah, mengajak, dna mengajarkan serta menghidupkan Sunnah tidak terkotori oleh perilaku kita sendiri yangbtidak terpuji, yang justru bisa merusak amal-amal tersebut. Nu'uudzu billaah min dzaalik.
Hanya kepada Allah SWT saja kita memohon dan hanya kepada-Nya kita berlindung.
Sumber : Di lansir dari buku Menjadi Bijak & Bijaksana karya Ibnu Basyar
Sudah dilihat 36 kali

Komentar