Adakah yang memikul 50, 25, 10 juta ITU???

41098 medium img 20181119 wa0026
Dulu... bukan fiksi, bukan tokoh imaginasi, nyata adanya seorang pemimpin, khlifah kaum muslimin, pemimpin dunia.
Sayyida Umar ibn Khatab namanya, suatu malam mengajak sahabatnya berjalan mengintari rumah penduduk, menyusuri desa kecil sekitaran madinah, ya kalau sekrng semacam blusukanlah...
berjalan dalam larut malam, ingin memastikan keamanan dan keadaan penduduknya melihat dan juga ingin merasakan nafas kehidupan dr penduduk yang dipimpinnya.
sampai disuatu gubuk yang kemudian dari dalam gubuk itu terdengar tangisan anak kecil, sementara didepan perapian terlihat seorng perempuan sdng sibuk memasak sesuatu.
setelah mengucapkn salam, sang khalifah bersama sahabatnya izin mendekat dan menanyakan, apa gerangan yang membuat anak-anak mu menangis didalam wahai sang ibu??
perempuan itupun menjawab, " mereka anak-anakku, menangis karena lapar"....
lama ditunggu si ibu itu memasak, tak kunjung matang apa yang ada diperapian itu,
belumkah matang apa yang kau masak? kemudian wanita itu mempersilahkan umar mendekat dan melihat apa yang dimasak, alangkah kaget sang umar dan sahabatnya mengetahui yang dimasak adlah batu, karena itu sengaja dilakukan si ibu untuk menghibur anak2nya berharap mereka tertidur karena tak ada sesuatu apapun yang bisa dia berikan utk di makan.
"alangkah kejamnya khalifah umar itu, cetus si ibu tanpa mengetahui bhwa laki-laki didepannya adalah umar sang khalifah, dia membiarkan seorng janda dan anak-anakku kelaparan, dia sungguh tak pantas menjdi khalifah. sepanjang hari aku menyuruh anak2ku berpuasa sampai selarut ini tak ada makanan yang sampai kesini.

mendengar itu, sang umar mengajak sahabatnya untuk bergegas pulang dan sesampainya di istana umar mengambil sekarung gandum untk dibawakan ke si ibu dan anak2nya yg sedang kelaparan itu.. memikul sendiri, dan menolak tawaran dan sahabatnya utk biar dia saaja yg memikul, apa kau sanggup memikul dosaku di neraka kelak, sanggah umar.

singkat cerita, umar bertemu dan memberikan makanan gandung tsb kepda si ibu.

hari ini, kita tak akan mungkin menemukan cerita "khalifah memikul gandum" untuk penduduknya,..
tapi esensinya cerita ini memberi makna dan pelajran luar biasa bagi kita, bagi pemimpin-pemimpin kita.
semga terlahir pemimpin-pemimpin yang ketakutannya bukan pada nilai elektabilitas yang menurun, bukan pada singgasana mewah yang takut ditinggalkan, bukan pemimpin yang mencari cara memuaskan nafsu politik, yang memelihara hegemoni kekuasaan..

maka, mari kita sama2, melahirkan pemimpin yang baik itu. mari kita awali dengan memperbaiki diri kita, anak istri kita, keluarga kita, dengan begitu lingkungan akan menajdi baik, bangsa menjadi baik dan pemimpin baik akan lahir dari lingkungan bangsa yang baik.


Sudah dilihat 28 kali

Komentar