Ada Kapal Baruna bawa 4 alat canggi bantu pencarian Lion Air di perairan tanjung karawang

37647 medium screenshot 20181031 110743
Kapal Riset (KR) Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ada di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat selasa (30/10). Kedatangan kapal yang pernah ikut membantu pencarian KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba Juni lalu dan juga pernah membantu menemukan Air Asia QZ8501 yang jatuh pada 28 Desember 2014 adalah untuk menemukan kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT 610.
Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Hammam Riza katakan jika senin malam (29/10/2018) kapalla sudah berangkat dan hari Selasa sudah sampai lokasi.
"Sekarang sudah di lokasi untuk menjalankan misinya, misi untuk pencarian dan kemudian nanti evakuasi dari kotak hitam itu," kata Hammam yang dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (30/10/2018).
Diketahui jika Kapal tersebut membawa 4 alat canggih yang akan mempermudah proses evakuasi sekaligus penemuan kotak hitam. 4 alat tersebut yakni;
1. Multibeam Echo Sounder
Alat ini berfungsi untuk memberi gambaran di dasar laut, juga memperlihatkan bagaimana permukaannya.
"Kalau ada pesawat di dasar laut, itu pasti kan ada perubahan di dasarnya. Jadi kita tahu seperti ada benda di sana," ujarnya.
2. Side Scan Sonar
Alat kedua ini membantu mendeteksi suara. Disamping itu alat ini juga bisa bedakan besar kecil partikel penyusun permukaan dasar laut seperti batuan, lumpur, pasir, kerikil, atau tipe-tipe dasar perairan lainnya.
3. Magnetometer
Untuk Alat yang ke tiga ini digunakan dalam pencarian benda-benda berbahan logam atau metal.
Ketiga alat ini, Multibeam Echo Sounder, Side Scan Sonar, dan Magnetometer ada di bagian kapal Barunan, yakni terletak menempel di dasar kapal Baruna.
"Kalau kita sudah dapat lokasinya dan sudah yakin kalau di situ ada jasad pesawatnya, maka alat yang akan kita turunkan adalah alat keempat yaitu ROV," jelasnya.
4. ROV
Alat ini adalah alat yang nantinya akan di turunkan untuk melihat jelas bagian dasar laut, sebab alat ini sebenarnya kamera bawah laut yang berbentuk seperti robot penyelam.
"Ini yang nanti akan memberikan visualisasi gambarnya. Seperti yang di danau Toba kemarin, kita pakai ROV juga. Gambar-gambar mayat (di danau Toba) juga kita yang ambil (menggunakan ROV)," jelasnya.
Iya menambahkan jika ROV nantinya akan dioperasikan dari dalam kapal.
"Kalau yang ketiga alat tadi menempel di dasar kapal, ROV bisa jalan-jalan sendiri (di bawah permukaan laut) dan dioperasikan dari dalam kapal".
Selengkapnya:
https://www.google.co.id/amp/s/amp.kompas.com/sains/read/2018/10/30/172648023/4-alat-canggih-yang-dikerahkan-bppt-untuk-mencari-lion-air-jt-610
Sudah dilihat 51 kali

Komentar