Ada Duka di Kali Bahagia Bekasi

68398 medium post 72562 f7979546 4134 4239 9cad a05e29fc4438 2019 07 31t09 35 41.201 07 00
Namanya kali bahagia, tapi sayang bukan bahagia yang ditemui padanya, malah duka lantaran bau yang tidak mengenakan diantara tumpukan sampah. Kalau melihat banyaknya info yang hadir dengan pembahasan kali bahagia di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sungguh mengenaskan.
Bagaimana saya bisa bilang mengenaskan? Ini lantaran bau yang tidak sedap plus permukaan kali tertutup sampah plastik dengan ketebalan sekitar 80-100 cm sepenajang 1,5 hingga 2 kilometer.
Adapun sampah tersebut adalah sampah rumah tangga.
Beruntung hari selasa (30/7/2019) kemarin sudah mulai terangkut walau dengan tangan manusia.
Sebenarnya Warga yang ada di lokasi tersebut melalui Badan Musyawarah Warga (Bamuswa) mengaku sejak Januari 2019 telah bersurat ke sejumlah instansi terkait untuk membersihkan sampah-sampah itu, tetapi tak berbalas. Mengenai hari selasa itu, adapun yang ikut dalam pembersihan kali bahagia terdiri dari unsur kelurahan, koramil, dan Polsek Babelan. dilakukan di sekitar jembatan penghubung Perumahan Graha Persada Sentosa dengan Kompleks Pondok Ungu Permai sektor V.
"Kegiatan hari ini tanggap darurat sifatnya. Dinas Lingkungan Hidup memberikan armada, kami dari Bamuswa (badan musyawarah warga) bersama anggota koramil 10 orang, kelurahan 5 orang, dan polsek 10 orang. Fokus kami sampah rumah tangga dulu yang ringan karena peralatan sederhana. Untuk sampah yang sudah lumpur kan harus pakai alat berat," ujar Sekretaris Kelurahan Bahagia, Mawardi kepada Kompas.com, Selasa pagi. Sampah kemudian dipindahkan dengan menggunakan karung, lalu diangkut ke truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi.
Sebenarnya pembersihan dan pengangkutan sampah sudah sering dilakukan warga sekitar secara kerja bakti.
"Setiap hari Minggu kami lakukan (pembersihan). Namun keterbatasan armada buat mengangkut sampah. Kalau hari Minggu kan biasanya warga tidak bekerja jadi yang terlibat bisa banyak. Kalau hari ini, karena warga bekerja, jadi kami memanfaatkan warga yang ada saja," kata Mawardi.

Selengkapnya: kompas.com
Sudah dilihat 65 kali

Komentar