Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Dokter Paru: Waspadai Silikosis

27 December 2018, 13:42 WIB
3 0 114
Gambar untuk Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Dokter Paru: Waspadai Silikosis
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada menjadi Siaga. Hal ini dikarenakan aktivitas abu vulkanik yang semakin meluas ke lokasi penduduk sekitar bahkan sebaran debu ini mencapai ketinggian lebih dari 10 kilometer.

Meningkatnya aktivitas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini juga perlu diwaspadai terkait dampaknya bagi kesehatan.

"Ada dampak akut ada dampak jangka panjang bila menghirup abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ini," ujar dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPd, Ketua Divisi Paru Kerja dan Lingkungan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)- RSUP Persahabatan kepada detikHealth.

Menurut dr Feni, dampak akut yang dapat ditimbulkan dari abu vulkanik ini ialah iritasi pada mata, sehingga yang dirasakan mata perih dan berair. Hidung juga bisa perih dan berair bila terlalu banyak menghirup debu ini. Kemudian juga dapat menyebabkan saluran napas terganggu seperti menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan, batuk-batuk dan sesak napas.

Selanjutnya, dampak jangka panjang yang juga berbahaya dan patut diwaspadai dari abu vulkanik ini adalah silikosis. Debu vulkanik mengandung salah satu material silika dengan berbagai ukuran yang bisa mengiritasi saluran napas.

"Debu silika ini yang dapat masuk ke dalam paru atau alveoli yang akan dapat menyebabkan silikosis," ucap dr Feni saat diwawancarai detikHealth, Kamis, (27/12/2018).

Menurut dr Feni karena debu vulkanik ini akan mempengaruhi proses pernapasan dan oksigenasi di dalam tubuh, kita juga harus memperhatikan populasi yang rentan terhadap bahaya debu vulkanik, seperti bayi, balita, orang lanjut usia, orang-orang dengan gangguan paru kronik seperti penderita asma serta PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronis) dan pasien dengan gangguan kardiovaskuler.

"Jauhilah lokasi sebaran abu vulkanik ini bila semakin memburuk. Perhatikan selalu bila ada sebuah peringatan, segeralah mengevakuasi diri bila ada imbauan lebih lanjut," tutup dr Feni.sumber: Detik.com
foto: Detik.com

  Komentar untuk Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Dokter Paru: Waspadai Silikosis

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru

Berita Warga
1 jam

Cara Penggunaan Masker Kain

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Pedurungan, Semarang Kota

Terpopuler

  1. VERIFIKASI NO HP TERDAFTAR UNTUK PROGRAM KJP PLUS DAN KJMU

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Jatinegara, Jakarta Timur  |  6 Apr 2020
  2. PENDAFTARAN DAN PENGKAITAN REKENING KJP PLUS DAN KJMU KE JAKONE MOBILE

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cilincing, Jakarta Utara  |  6 Apr 2020
  3. Keseriusan Warga BTN Kopang dalam Pencegahan COVID - 19

    narma  di  Kopang, Lombok Tengah  |  6 Apr 2020
  4. Gotong Royong Warga Desa Sugihan Solokuro Dalam Melawan Virus Corona

    AgungDrupadi  di  Solokuro, Lamongan  |  6 Apr 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    FAMILY QUALITY TIME.

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Apr 2020
  2. 4
    Komentar
  3. 3
    Komentar

    Cara Dapatkan Token Listrik Gratis Untuk Pelanggan Prabayar PLN 450 VA dan 900 VA

    Gibran Waluyo  di  Bandung Kabupaten  |  2 Apr 2020
  4. 3
    Komentar

    PASIEN SEMBUH COVID 19 Terus Bertambah

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  5 Apr 2020