Abrasi usir puluhan warga di Muaragembong Bekasi.

63930 medium post 68856 f757a1a5 79a8 463e abbb fd6d68707e2b 2019 06 17t07 57 51.872 08 00
Puluhan rumah di Kampung Muarajaya RT01/RW01, Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat rusak diterjang air Abrasi. Kesedihan meliputi warga yaang terkena dampak tersebut lantaran harus rela tinggalkan rumah yang sudah bertahun tahun di huni. Firman (35) warga yang terkena dampak abrasi di Kampung Muarajaya katakan sekitara 10 tahun yang lalu banyak hunian sekitaran 50 rumahnya di sekitar tempat tinggalnya, lantaran abrasi, ia bersama warga lainnya harus pindah ke Kampung Baru di RT02/01, Desa Pantaimekar.
"Dulu di sini (Kampung Muarajaya) paling ramai, banyak nelayan dari mana-mana, motor juga bisa masuk. Tapi semua berubah setelah abrasi datang," katanya, seperti dikutip Antara.
10 tahun abrasi menyerang, namun diakuinya tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah.
Meski tempat tinggalnya digerus abrasi, masih ada beberapa warga yang bertahan, salah satunya Ijah (60), ia tinggal bersama delapan orang anak dan cucunya. Kesulitan berpergian kerap datangi lantaran akses yang terbatas. Belum lagi, banjir rob yang kerap terjadi pada bulan November hingga Januari.
"Saya masih bertahan, habis mau tinggal di mana lagi. Sekarang hanya tinggal tiga rumah, dan ada sembilan orang di sini," kata Ijah.
Penanaman pohon mangrove dicoba camat Muaragembong, Junaefi untuk tangani abrasi di tepi pantai.
"Kalau wilayah di Muaragembong memang berpotensi terkena abrasi karena letaknya di pesisir. Selain di Pantaimekar, di Muarabungin dan Muarabeting juga terjadi abrasi. Rata-rata satu sampai dua RT sudah hilang," katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bekasi, Wahyudi Amsar menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan perihal kelautan. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
"Kami secara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga tidak lagi menganggarkan, sehingga kami juga tidak mendata terkait lahan warga yang tergerus abrasi," katanya.
"Sebab apabila kami menganggarkan untuk kepentingan masyarakat, walaupun secara sosial itu baik namun secara aturan salah. Oleh sebab itu, kami hanya bisa memberikan pembinaan saja kepada para nelayan yang ada di pesisir atau wilayah utara Kabupaten Bekasi," tambahnya.
Sumber:
Elshinta.com (Puluhan rumah warga Muaragembong Bekasi rusak digerus abrasi)
Sudah dilihat 21 kali

Komentar