Abrasi Laut Jawa Kian Parah, Warga Biarkan Tambaknya Rusak

27367 medium 25777


SURADADI - Kerusakan tambak milik warga di pesisir pantura masih terjadi. Abrasi, menjadi salah satu faktor yang menurut pengakuan beberapa pemilik tambak menjadi penyebab paling besar.

Tidak heran jika sebagian pemilik tambak membiarkan tambaknya terbengkalai, karena tidak lagi produktif saat digunakan untuk pembesaran ikan. Nuridin (57), warga Desa Sidaharja, yang memiliki tiga petak tambak mengaku sudah kehilangan dua petak tambak akibat abrasi air laut.

Air laut yang masuk ke tambak dalam jumlah berlebih, jelasnya, tentu membuat kadar air laut di tambak menjadi berlebihan. Idealnya, tambak diisi dengan air payau yang merupakan campuran antara air laut dan air tawar dari sungai maupun hujan.

Sebelum abrasi meluas, dia memanfatakan tambak untuk membesarkan bandeng. Kemudian beralih ke ikan jenis lain yang lebih ekonomis seperti mujaher. Kini, saat kerusakan bertambah, ikan yang ditebar tidak bisa bertahan lama.

Jika dipaksakan, maka risiko kematian ikan menjadi lebih besar dan pemilik tambak seperti dirinya bisa mengalami kerugian.

“Kami tidak berani mengambil risiko. Lebih baik tambak yang rusak dibiarkan daripada diisi ikan,” bebernya.

Pemilik tambak lainnya, Heri (48) menambahkan, kerusakan tambak akibat abrasi menjadi momok yang menakutkan bagi warga pesisir. Bukan hanya di Kabupaten Tegal tetapi hampir di semua daerah yang berada di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Karena kerusakan tersebut diakibatkan oleh faktor alam, maka dia dan pemilik tambak lainnya tidak bisa berbuat banyak. Penambahan jumlah mangrove yang digadang-gadang bisa menekan terjadinya abrasi hingga saat ini juga belum memberikan dampak secara langsung.

Tidak heran jika pemilik tambak memilih untuk membiarkan tambak yang sudah rusak daripada harus rugi karena ikan yang ditebar mati sebelum dipanen.

“Inilah salah satu fenomena alam yang terjadi di pesisir pantura. Termasuk di antaranya adalah abrasi yang merusak banyak tambak milik warga. Terutama yang dekat dengan bibir pantai,” pungkasnya.
Radartegal. Com
Sudah dilihat 46 kali

Komentar