89 Orang Meninggal, 1.613 Personil Lakukan Penanganan Darurat Banjir Sentani, Papua

54558 medium 89 orang meninggal  1.613 personil lakukan penanganan darurat banjir sentani  papua
Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.

Jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat, menurut Sutopo, sebanyak 74 orang yaitu 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba dan 3 orang dari Taruna Sosial. Sementara itu sebanyak 159 orang luka-luka yaitu luka-luka 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan.

Berdasarkan data BNPB, menurut Sutopo, tercatat ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsi. Sebaran dari 6.831 pengungsi adalah:

BTN Bintang Timur: 600 orang;
BTN Gajah Mada: 1.450 orang;
Doyo Baru: 203 orang;
Panti jompo: 23 orang;
HIS Agus Karitji: 600 orang;
Siil: 1.000 orang;
Gunung Merah (Posko Induk) : 1.391 orang;
Asrama himles : 50 orang;
Kompi D: 108 orang;
Puspenka Hawai: 123 orang;
Yayasan Abdi Nusantara: 900 orang;
Kampung Netar: 43 orang;
Permata Hijau: 120 orang;
Panti Jompo: 23 orang:
Rindam: 220 orang

Dapur umum, pos pelayanan kesehatan dan posko sudah didirikan. Namun masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, permakanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, psikososial, dan sebagainya.

Sementara data dampak kerugian dan kerusakan juga terus bertambah seiring masuknya data laporan ke posko. Kerugian sementara akibat bencana banjir bandang di Sentani meliputi 350 unit rumah rusak berat, 3 unit jembatan rusak berat, 8 unit drainase rusak berat, 4 jalan rusak berat, 2 unit gereja rusak berat, 1 unit masjid rusak berat, 8 unit sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat dan 1 unit pasar rusak berat.

Sumber:
Humas BNPB
Sudah dilihat 21 kali

Komentar