8 Jenis Tumor Otak, Dari yang Jinak Hingga yang Paling Ganas

63394 medium 10062019%281%29
Otak merupakan salah satu organ pada tubuh manusia yang sangat kompleks karena terdiri dari berbagai sel saraf untuk mengatur setiap fungsi tubuh. Setiap bagian otak memiliki perannya masing-masing, sehingga, adanya trauma di kepala menyebabkan kerusakan dan gejala yang berbeda-beda. Hal tersebut juga berlaku pada tumor otak yang memiliki perkembangan gejala yang bervariasi, tergantung bagian sel saraf otak mana yang terkena tumor.

Berdasarkan apa jenis tumor otak dibedakan?
Tumor otak adalah sekumpulan massa yang dibentuk oleh sel abnormal yang terjadi pada otak, baik yang tumbuh dengan sendirinya (primer) maupun hasil dari metastasis atau penyebaran sel kanker dari organ lainnya (sekunder). WHO mengklasifikasikan tumor otak primer berdasarkan asal sel tumor dan tingkat keganasan tumor pada otak. Hingga saat ini terdapat sekitar 120 jenis tumor otak yang telah teridentifikasi.

Sebagian besar tumor otak primer terjadi pada sel glia, suatu sel yang menghubungkan sel saraf pada otak. Tumor pada sel otak dikenal dengan nama glioma. Tumor otak juga dapat terjadi pada organ lainnya yang termasuk dalam sistem saraf, seperti pada kelenjar pitutari (adenoma pitutari), selaput otak (meningioma), sel penghubung otak (neuroma), serta pada saraf indera dan keseimbangan (neuroma akustik).
Sedangkan berdasarkan keganasannya, tumor otak dibedakan menjadi jinak dan ganas. Tumor otak jinak cenderung berkembang lambat, tidak menyebar ke bagian otak lainnya serta tidak dapat kembali tumbuh jika ditangani dengan kemoterapi atau radioterapi secara tuntas. Sebaliknya, tumor otak ganas dapat kembali tumbuh dan menyebar dengan cepat, sehingga penanganan dengan pembedahan disertai kemoterapi dan radiologi diperlukan.

Jenis tumor otak yang sering terjadi
Meskipun terdapat jenis yang sangat banyak, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi dibandingkan jenis tumor otak lainnya, hal tersebut di antaranya:

1. Tumor otak glioma
Jenis tumor otak ini paling sering terjadi dan memiliki empat level keganasan (grade). Sel glia terdapat pada berbagai bagian otak, itulah sebabnya glioma memiliki beberapa sub-tipe utama, yaitu:

Astrositoma – merupakan jenis tumor otak memiliki tingkat keparahan yang bervariasi. Paling sering ditemukan pada anak-anak dengan keganasan rendah, namun jika terjadi pada orang dewasa dan lansia memiliki keganasan yang lebih tinggi. Astrositoma pada grade IV atau dengan keganasan paling tinggi dikenal juga dengan nama glioblastoma.
Oligodendroglioma – tumor otak yang biasanya terjadi pada otak besar sisi depan dan pinggir, yang mengganggu pembentukan selaput myelin yang berfungsi dalam menghantarkan impuls pada sel saraf. Sebagian besar ditemukan pada usia dewasa, namun anak-anak juga dapat mengalaminya. Memiliki asosiasi dengan kelainan kromosom.
Ependymoma – dapat berasal dari bagian otak yang mengandung cairan otak di beberapa bagian dari tulang belakang. Ditemukan pada usia remaja dan anak-anak dengan tingkat keganasan yang bervariasi namun dapat berubah. Ependymoma dapat menyebar ke bagian sistem saraf pusat lainnya melalui sirkulasi cairan otak. Pengangkatan segera diperlukan untuk menghindari pembesaran kepala akibat berisi cairan (hidrosefalus).
Glioma batang otak – hampir sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak usia di bawah 10 tahun, namun ada kemungkinan dapat terjadi pada orang dewasa. Tumor ini menyerang bagian bawah otak dan dapat terjadi dengan tingkat keganasan rendah hingga tinggi.
Glioma saraf optik – sebagian besar ditemukan pada bayi namun bisa juga dialami orang dewasa. DItandai dengan pertumbuhan tumor di sekitar saraf yang menghubungkan mata dengan otak. Jika tidak ditangani maka dapat menyebabkan kebutaan progresif.
Glioma campuran – Jenis glioma yang tidak spesifik di mana asalnya dan merupakan campuran dari beberapa jenis glioma dengan tingkat keganasan yang cenderung tinggi.
Gejala tumor otak glioma
Gejala yang ditimbulkan oleh tumor otak glioma di antaranya kejang, sakit kepala, perubahan perilaku, perubahan kemampuan kognitif dan/atau mengalami kesulitan berjalan atau kelumpuhan.

2. Meningioma
Meningioma adalah jenis tumor otak yang lebih sering terjadi pada orang dewasa dan jenis kelamin perempuan. Tumor ini menyerang jaringan selaput otak pada otak kecil dan otak besar dengan tingkat keganasan namun dapat meningkat. Jika sudah berkembang menjadi ganas pada grade ke-III maka dapat menyebar dengan cepat dan akan lebih sulit dihilangkan tanpa terapi dan pembedahan.

Gejala tumor otak meningioma
Meningioma dapat menimbulkan gejala muntah-muntah, kejang, gangguan penglihatan dan gangguan perilaku, serta penyebaran tumor dapat terjadi hingga ke wajah dan tulang belakang.

3. Adenoma pituitari
Adenoma pituitari adalah tumor yang tumbuh pada permukan kelenjar pitutari, suatu kelenjar yang berperan dalam mengatur aktivitas kelenjar tiroid dan hormon seks. Jenis tumor ini biasanya ditemukan pada orang dewasa, dan memiliki tingkat keganasan yang rendah.

Gejala adenoma pituitari
Gejala yang ditimbulkan bergantung dengan aktivitas tumor yang dapat meningkatkan sekresi hormone pitutari atau menghentikan sekresi. Penderita tumor biasanya mengalami sakit kepala dan gangguan pengelihatan yang diakibatkan tekanan dari tumor, mual dan muntah-muntah, perubahan kognitif, berhenti menstruasi, timbul rambut abnormal pada perempuan, keluar cairan dari payudara, impotensi pada pria, serta kenaikan berat badan dan pertumbuhan tangan dan kaki yang tidak wajar.

4. Tumor neuroma
Dikenal juga dengan schwannoma yang termasuk neuroma pada sel penghubung seperti tulang belakang ataupun pada indera (neuroma akustik). Tumor dapat berasal dari pelindung serat saraf, baik di dalam tengkorak maupun pada tulang belakang. Meskipun pertumbuhan lambat dan cenderung tidak menyebar, jenis tumor ini dapat tumbuh kembali tanpa tindakan pembedahan.

Gejala tumor neuroma
Tumor ini menyebabkan gangguan saraf yang terkena tumor, sehingga penderita mengalami gangguan fungsi indera atau gangguan keseimbangan.

5. Limfoma sistem saraf pusat
Tumor yang terjadi sistem limfatik yang terdiri dari nodus limfa. Limfa berperan untuk menghasilkan cairan limfosit sebagai pertahanan terhadap penyakit dan infeksi. Jenis tumor ini sangat ganas, adanya jenis tumor merupakan pertanda pertumbuhan tumor lainnya pada otak. Biasanya terjadi pada lansia dan lebih banyak dialami oleh pria.

Gejala limfoma saraf pusat
Gejala yang ditimbulkan seperti kelumpuhan, gangguan pengelihatan, kejang, dan gangguan perilaku.

6. Craniopharyngioma
Terjadi pada area otak yang berdekatan dengan mata atau sekitar bagian bawah otak yang berdekatan dengan kelenjar pitutari. Biasa terjadi pada anak-anak dan lansia dan ditemukan dengan keganasan rendah.

Gejala craniopharyngioma
Gejala yang ditimbulkan seperti gangguan penglihatan, sakit kepala dan gangguan pertumbuhan pada anak.

7. Tumor kelenjar pineal
Lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja. Jenis tumor ini bermula pada kelenjar pineal yang berdekatan dengan pusat otak dengan tingkat keganasan yang bervariasi. Tumor yang ganas berpotensi menyebar ke tulang belakang dan mengganggu sekresi hormone melatonin yang mengatur siklus terjaga dan tertidur.

Gejala tumor kelenjar pineal
Gejala utamanya yaitu kelelahan, sakit kepala, lemas, kesulitan mengingat, dan berpotensi menyebabkan hidrosefalus.

8. Tumor otak metastasis
Dialami oleh lansia yang mengalami kanker. Tumor tersebut berasal dari kanker primer yang berasal dari bagian tubuh lainnya, terutama paru, payudara, kolon, ginjal, ataupun kulit. Sebagian besar penyebaran dapat menyerang otak besar namun juga berpotensi menyerang otak kecil dan batang otak.

Gejala tumor otak metastasis
Keluhan seperti sakit kepala, kejang dan penurunan koordinasi dapat dialami oleh penderitanya.

sumber: hellosehat
foto: hellosehat
Sudah dilihat 24 kali

Komentar