7 Bulan Usai Tsunami dan Likuefaksi, Bagaimana Kabar Kabupaten Sigi?

60459 medium a 60460 medium b 60461 medium c
Jarum jam menunjukkan pukul 18.02 WITA, ketika gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Ritcher diikuti tsunami melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu. Pusat gempa berada di 26 km utara Donggala dan 80 km barat laut kota Palu dengan kedalaman 10 km.
Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Mamuju bahkan hingga Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kota Makassar. Gempa tersebut memicu tsunami hingga ketinggian 5 meter di Kota Palu.
Tujuh bulan telah berlalu sejak gempa bumi dan tsunami memporak-porandakan Sulawesi Tengah. Lantas, bagaimana kondisinya saat ini? Berikut pemaparan Bupati Kabupaten Sigi, Mohamad Irwan Lapata.
1. Kabupaten Sigi baru pulih 60 persen
Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah terdampak likuefaksi, yakni sebuah fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat beban getaran gempa. Semua bangunan luluh lantak. Menurut Irwan, upaya pemulihan terus dilakukan pasca longsor dan likuefaksi.
"Sekarang pulihnya sekitar 60 persen, belum kembali seperti semula," kata Irwan di Kantor IDN Media, Jakarta, Minggu (5/5).
2. Perekonomian masyarakat mulai membaik
Namun demikian, kata Irwan, kondisi perekonomian masyarakat mulai terbangun kembali. Pemda membantu masyarakat membuka usaha lewat koperasi, dinas perindag, dan dinas pertanian.
"Melalui bantuan itu masyarakat bisa pelan-pelan memperbaiki lahan. Masyarakat bisa bertani kembali. Perekonomian sudah membaik walau belum total 100 persen," jelasnya.
3. Ada 12 persen terdampak bencana sudah tersentuh PKH
Menurut Irwan, penyaluran bantuan sudah dilakukan secara bertahap. Semua data keluarga terdampak bencana dicatat dinsos, lalu dikirim ke pemerintah pusat. Dari 224 ribu warga Sigi, 12 persen telah tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH).
"Hampir 22 ribu masyarakat terbantu oleh program itu," jelasnya.
4. IDN Foundation menyalurkan donasi Rp300 juta untuk korban Bencana Sigi
IDN Media melalui IDN Foundation menyalurkan donasi senilai Rp300 juta untuk masyarakat terdampak tsunami dan gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Donasi tersebut berasal dari pembaca setia IDN Media yang dikumpulkan melalui situs penggalangan dana (fundraising) kitabisa.com.
Founder dan Chief Executive Officer (CEO) IDN Media Winston Utomo mengatakan, ide menggalang dana tercetus lantaran melihat pembaca IDN Media yang didominasi generasi millennial. Dia ingin anak-anak muda Indonesia terlibat membantu sesama.
"Kami berpikir untuk mencoba memanfaatkan fundraising. Akhirnya kami buat IDN Fondation. Dalam proses penggalangan dana ini, kami melihat yang menyumbang kebanyakan usianya di bawah 20 tahun. Ada yang menyumbang Rp10 ribu, Rp20 ribu. Semoga bisa membantu," kata Winston
Sumber : IDN Times
Sudah dilihat 13 kali

Komentar