5 Langkah Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak di Rumah

49831 medium 12022019
Siapa bilang motivasi belajar hanya dibutuhkan orang dewasa saja? Faktanya, anak-anak juga membutuhkan motivasi agar mereka lebih semangat belajar di sekolah. Meski motivasi bisa didapatkan dari mana saja, anak-anak masih belum bisa mengendalikan diri mereka sendiri. Oleh karena itu, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membantu meningkatkan motivasi belajarnya.

Simak berbagai tips dan trik yang bisa dilakukan para orangtua di rumah agar motivasi belajar anak terus membara.

Cara ampuh meningkatkan motivasi belajar anak
Berikut berbagai cara yang bisa dilakukan para orangtua untuk membantu meningkatkan motivasi belajar anak:

1. Ajak anak bicara dari hati ke hati
Meski prestasi memengaruhi masa depan, namun jangan langsung memarahi anak ketika ia malas belajar. Ketimbang harus mengomel panjang lebar, ajaklah anak bicara dari hati ke hati. Tanyakan pada anak dengan sikap lemah lembut apa saja kesulitan yang sedang ia hadapi. Setelah itu, barulah Anda memberikan masukan pada anak bagaimana cara menghadapi dan mengatasi kesulitannya.

Ingat, mengkritik kesalahan atau kekurangan anak justru akan membuat anak merasa dirinya buruk. Semakin dimarahi, anak semakin tidak akan mendengarkan Anda. Sebaliknya, berilah anak semangat agar ia lebih percaya pada kemampuannya sendiri dan tentunya akan memotivasi anak untuk belajar lebih baik tanpa merasa tertekan.

2. Berikan ia hadiah
Siapa yang tak suka diberikan hadiah oleh orang-orang yang tersayang? Entah itu orang dewasa maupun anak-anak pasti sangat senang sekali jika diberikan hadiah. Pada anak-anak, pemberian hadiah atau reward merupakan salah satu cara meningkatkan motivasi belajar mereka. Tak hanya itu, pemberian hadiah juga dapat membantu mengubah perilaku anak ke arah yang lebih positif.

Namun, Anda harus berhati-hati ketika ingin memberikan hadiah untuk si kecil. Anak Anda bisa saja semangat melakukan kebiasaan baik hanya untuk mendapatkan hadiah dan selanjutnya tidak akan melakukannya lagi.

Mengutip Parents, Edward Deci, Ph.D., seorang ahli psikologi dari University of Rochester mengatakan bahwa meski hadiah bisa memotivasi anak untuk melakukan suatu kegiatan tertentu, motivasi ini umumnya bersifat sesaat. Ketika hadiah tidak lagi didapatkan, motivasi tersebut kembali meredup.

Supaya tidak terjadi hal tersebut, Anda harus selektif ketika ingin memberikan hadiah pada anak. Ingat, hadiah tidak selalu berupa materi. Beberapa hal sederhana seperti sebuah pelukan, ciuman, tos, dan sebuah pujian ke anak juga merupakan bentuk hadiah pada anak.
Saat memberikan hadiah ke anak, pastikan Anda memberitahu alasan mengapa ia pantas mendapatkan hadiah dari Anda. Dengan begitu, anak tahu bahwa ia telah melakukan hal yang baik dan yang Anda sukai.

3. Kenali gaya belajar anak
Setiap anak memiliki preferensi dan gaya belajar yang berbeda-beda. Barang kali anak Anda terlihat ogah-ogahan belajar karena ia dipaksa belajar yang memang bukan gayanya.

Secara umum, metode pembelajaran anak dibagi menjadi tiga:

Auditori (pendengaran). Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih senang mendengarkan penjelasan secara langsung dibanding harus membaca instruksi tertulis. Hal ini karena anak auditori umumnya lebih mudah menyerap informasi dengan cara mendengal.
Visual (penglihatan). Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih mudah mengingat sesuatu dengan cara melihat gambar, foto, dan ilustrasi. Anak visual cenderung kesulitan jika harus menyampaikan informasi secara verbal kepada orang lain.
Kinestetik (gerakan). Anak dengan gaya belajar kinestetik sangat aktif bergerak ke sana dan kemari. Tak heran ketika belajar ia sering tidak bisa diam duduk di kelas dalam waktu yang lama. Anak dengan gaya belajar seperti ini biasanya lebih banyak menggunakan bahasa tubuh untuk menjelaskan sesuatu. Menari, bermain peran dan musik, serta olahraga merupakan hal-hal yang sangat digemari anak kinestetik.
Jadi, anak yang memiliki gaya belajar visual akan kesulitan ketika diminta belajar dengan menggunakan metode auditori. Begitu juga sebaliknya, anak dengan metode belajar auditori umumnya akan kesulitan ketika menyerap informasi hanya dari melihat simbol.

Oleh karena itu, agar anak lebih termotivasi untuk belajar, Anda juga perlu tahu gaya belajar yang memang disukai anak. Hal tersebut tidak hanya membantu anak belajar lebih efektif, tapi juga membantu mengoptimalkan kecerdasannya kelak.

4. Fokus pada minat anak
Ketika proses belajar melibatkan pada hal-hal yang memang diminati anak, maka anak pun akan merasa senang saat menjalaninya. Nah, oleh karena itu, apabila Anda ingin membantu mengoptimalkan proses belajar anak, maka doronglah mereka untuk mengeksplorasi topik dan mata pelajaran yang memang disukainya. Jadi, jangan beri tekanan pada anak bahwa ia harus dapat nilai bagus di pelajaran yang memang tidak dikuasainya.

Sebagai contoh, jika anak tertarik pada mata pelajaran seni lukis dan musik, Anda bisa membelikannya seperangkat alat lukis atau musik. Setelah itu, tantang anak untuk membuat lukisan atau memainkan alat musik tersebut di depan Anda. Bila perlu, Anda bisa memanggil guru les privat untuk membantu mengembangkan minat si kecil.

5. Ajak anak untuk banyak membaca
Membaca merupakan kunci keberhasilan dalam belajar. Bahkan berbagai penelitian menemukan bahwa membaca tidak hanya membantu anak dalam mengembangkan kosakata yang lebih banyak, tetapi juga memberikan pengaruh positif pada otak anak. Ya, membaca dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif otak untuk berpikir dan menajamkan kemampuan mengingat.

Karena anak cenderung akan meniru apa yang dilakukan orangtuanya, maka berikan contoh bahwa Anda juga suka baca buku juga. Biasakan untuk membuat sesi membaca setidaknya satu jam dalam satu hari. Hal ini secara tidak langsung membuat anak beranggapan bahwa membaca adalah kegiatan yang penting untuk dilakukan, sehingga lama-lama ia akan terbiasa dan akhirnya membaca sendiri tanpa harus disuruh lagi.

Namun ingat. Jangan mengharuskan anak untuk baca buku tertentu. Sebaliknya, biarkan mereka memilih sendiri buku atau materi bacaan yang akan mereka baca. Dengan begitu anak lebih semangat untuk melakukannya sendiri.

Jika sejak dini anak sudah dibiasakan membaca, maka ia tidak akan merasa kesulitan ketika diminta membaca buku pelajaran sekolah.

Semoga tipsnya bermanfaat ya atmaguys..

salam Atmago

sumber:hellosehat
foto:hellosehat
Sudah dilihat 29 kali

Komentar