5.652 Rumah di Bogor Buang Tinja ke Sungai Ciliwung

57479 medium dom 1552484715
Oleh : Fira Nursyabani

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor membeberkan hasil penelitiannya terhadap ribuan rumah yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Hasilnya, sebanyak 5.652 rumah di Kota Bogor ternyata membuang tinja langsung ke Sungai Ciliwung

Ketua KPC Kota Bogor Een Irawan di Bogor, Jumat menjelaskan ribuan rumah ini tersebar di 13 kelurahan yang lokasinya bertepatan dengan DAS Ciliwung. Meski, mayoritas rumah itu memiliki jamban, tapi tak satupun yang memiliki septic tank, sehingga tinja dari jamban langsung dialirkan ke bibir Sungai.

"Mereka rata-rata punya toilet di rumahnya. Tapi paralonnya langsung ke Ciliwung," ungkapnya usai acara Focus Group Discussion (FGD) terkait langkah penyelamatan Sungai Ciliwung.

Dia menjelaskan lebih lanjut, Jika dirinci berdasarkan kelurahan, jumlahnya terbagi atas 183 rumah di Sindang Rasa, 360 rumah di Katulampa, 257 rumah di Tajur, 514 rumah di Baranangsiang, 663 rumah di Sukasari.

Berikutnya sebanyak 663 rumah di Babakan Pasar, 828 rumah di Sempur, 803 rumah di Bantarjati, 113 rumah di Tanahsareal, 918 rumah di Cibuluh, 188 rumah di Kedung Badak, 157 rumah di Kedung Halang, dan lima rumah lainnya berada di Sukaresmi.

Selain tinja, ribuan rumah di Kota Bogor ini juga membuang sampah rumah tangganya ke Sungai Ciliwung. Tercatat, ada sekitar 5.652 rumah di Kota Bogor yang masih membuang sampahnya ke Ciliwung.

Menanggapi hal itu, Deputi Direktur Administrasi Seameo Biotrop Zulhamsyah Ilham mengatakan, akan ada dampak yang terjadi dari tercemarnya Sungai Ciliwung oleh kotoran manusia. Salah satunya yaitu berkurangnya jumlah oksigen di air lantaran terjadi penyuburan berlebih.

"Akan meningkatkan jumlah biomassa dari fitoplankton. Ketika terjadi jumlah yang besar akan mengakibatkan defleksi oksigen, atau pengurangan jumlah oksigen yang cukup besar," terangnya.

Akibat dari berkurangnya jumlah oksigen di sungai Ciliwung, akan membuat ikan-ikan di dalamnya mati. Selain itu, menurutnya lagi, dalam kandungan kotoran manusia terdapat bakteri ecoli.

Jika tercampur dengan air Sungai Ciliwung, maka akan mengakibatkan diare bagi orang yang mengonsumsi meski airnya dimasak. "Mereka harus tahu apa yang mereka buang berdampak pada diri mereka sendiri," kata Zulhamsyah.

Sudah dilihat 60 kali

Komentar