40% jalan di Kota Bekasi rusak

49073 medium post 55551 261f2af1 7aaf 4604 a8dc 71efe4e234d3 2019 02 06t10 29 10.639 07 00
Di Bekasi ada sekitar 40% jalannya alami kerusakan yakni lubang-lubang maupun retakan yang besarnya berbeda. data tersebut didapat dari catatan pemerintah, Timbulnya kerusakan tersebut akibat curah hujan yang tinggi. Adapun material jalan di Kota Bekasi yang sebagian besar beraspal disebut mudah hancur apabila terkena air.
12 Kecamatan se-Kota Bekasi merata alamin kerusakan jalan, mulai dari jalan berlubang sedang hingga parah.
Tercatat kerusakan terjadi di ruas jalan protokol bisa ditemukan di Jalan Chairil Anwar, Jalan Ir Juanda, Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Joyomartono, dan Jalan I Gus Ngurah Rai, kerusakan rata-rata ditimbulkan karena tergenang air hujan. Alhasil permukaan menjadi tidak rata dan menimbulkan lubang antara 10-20 cm. Akibat jalan berlubang itu sangat membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.
”Kita sudah lakukan penanganan, paling banyak rusak di jalan protokol,” kata Kabid Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Widayat Subroto pada Selasa (5/2/2019).
Banyaknya jalan uang rusak buat pemerintah kewalahan, bukan hanya anggaran yang dinilai kurang, kemampuan tim unit reaksi cepat (URC) tak sebanding dengan jumlah kerusakan yang timbul hampir setiap hari.
satu tim URC maksimal hanya mampu memperbaiki jalan rusak seluas empat meter persegi.
”Dua tim URC dalam sehari hanya mampu memperbaiki delapan meter persegi,” ujarnya.
Kerusakan jalan arteri masih mampu dilakukan tim URC, namun akan sangat berat di jalan protokol Kota Bekasi.
Kota Bekasi hanya memiliki anggaran sekitar Rp3 miliar. Sementara, total panjang seluruh jalan lingkungan, arteri, hingga protokol di Kota Bekasi mencapai 4.000 kilometer.
”Anggaran kita sedikit dengan beban yang luar biasa. Jadi sangat dibutuhkan anggaran sangat besar untuk menanganinya,” tegasnya.
Sudah dilihat 40 kali

Komentar