4 proyek strategis jadi dalang kemacetan di Kota Bekasi

51067 medium post 57457 a91130c7 f769 4efc 8861 2d95f9c7a72d 2019 02 22t09 07 10.721 07 00
Mengetahui banyak titik kemacetan di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi katakan jika empat proyek strategis nasional menjadi penyebab utama kemacetan di Kota Bekasi yang dalam tahap pembangunan dengan tujuan kurangi kemacetan di Kota Bekasi adalah penyebabnya.
"Kita sedang membangun jalan-jalan baru, kayak flyover Rawa Panjang dan Bojong Menteng, jalan tembus Pekayon Jatiasih, jalan tembus Pangerang Jayakarta ke Kranji, terus nanti dari Ganda Agung ke DPRD. Itu adalah bentuk dalam rangka pemecahan kemacetan," kata Rahmat saat ditemui Kompas.com, Kamis (21/2/2019).
Sedangkan diketahui jika Volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan di Kota Bekasi.
Keempat proyek itu yakni Tol Becakayu, pembangunan LRT (light rail transit), Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II, dan kereta cepat.
Empat proyek ini yang buat kendaraan bertonase besar dari tol kerap masuk ke jalan arteri Kota Bekasi dan menambah beban arus lalu lintas.
"Volume kendaraan karena penghasil terbesar (kemacetan), itu kalau kita jejer banyaknya kendaraan di kota bekasi diukur dengan panjang jalan itu, kendaraannya 3 kali lipat dari panjang jalan yang ada," ujar Rahmat.
Kabid Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Johan Budi katakan, ada tiga titik jalan rawan macet yakni, perempatan Caman Jalan KH Noer Ali, Jalan Ir Juanda, tepatnya sekitar Stasiun Bekasi, dan Simpang Lima Jatibening.
"Itu pagi dan sore yah kalau siang sudah kosong kan orang pada kerja di Jakarta itu weekdays (hari biasa)," kata Johan.
Sumber: Kompas.com
Sudah dilihat 24 kali

Komentar