'Kebun Raya Bogor' Diusulkan untuk Masuk sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

63183 medium post 68232 1d759669 2364 40bd a2eb 6545d74b0d27 2019 06 06t09 40 51.423 07 00 63185 medium post 68232 f8f78884 43d6 4473 8699 d7bcb81ede77 2019 06 06t09 40 53.697 07 00 63187 medium post 68232 ceed63da 5310 467c 9542 c637edb7510e 2019 06 06t09 40 54.879 07 00 63184 medium post 68232 e8746757 0096 483a af48 f9ca47497f52 2019 06 06t09 40 53.094 07 00 63186 medium post 68232 a8a0d1d5 0460 4039 978f 6f5626622e1f 2019 06 06t09 40 54.258 07 00
Inisiasi pengusulan Kebun Raya Bogor menjadi Situs Warisan Dunia dimulai sejak 25 September 2017. Setelahnya, dimulai penyusunan dokumen tentative list sebagai prasyarat awal nominasi. “Dokumen tentative list diajukan ke UNESCO melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 8 Juni 2018. Kebun Raya Bogor kemudian resmi terdaftar di Tentative List UNESCO World Heritage Site pada tanggal 26 April 2018,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati.

Ada tiga komponen nilai utama dalam pengajuan Kebun Raya yang kini berusia 202 tahun tersebut. Kebun Raya Bogor merupakan pusat riset botani tropika dunia yang juga melahirkan lembaga-lembaga penelitian lainnya di Indonesia.
Kebun Raya Bogor juga menjadi pusat aklimatisasi kelapa sawit sebelum disebarluaskan ke seluruh dunia dan menjadi komoditas perkebunan yang penting hingga saat ini. Selain itu, keberadaan Kebun Raya Bogor diduga berasal dari kawasan hutan Samiddha sehingga berpotensi menjadi Kebun Raya tertua di dunia.

Sumber: Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI



Penulis: Manap Trianto
Sudah dilihat 93 kali

Komentar