28 Ribu Rumah Tangga Miskin di Brebes akan Dapat Bantuan Ternak

28927 medium img 20180725 wa0006 300x225
Brebes– Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) mendorong pengentasan kemiskinan lewat bantuan ternak, untuk usaha peternakan bagi rumah tangga miskin.

Sedikitnya 28.460 rumah tangga miskin (RTM) yang ada 4 kecamatan di kabupaten Brebes, akan menerima bantuan ternak tersebut.



Wakil Bupati Narjo SH mengatakan, Program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian di kabupaten Brebes , memang diperioritas untuk mereka rumah tangga miskin yang kemudian diberi bantuan berupa hewan ternak ayam maupun kambing.

“Bantuan ternak ayam akan dilengkapi kandang dan pakan selama tiga bulan serta bantuan obat-obatan. Desertai pula bantuan bibit komoditas hortikultura dan perkebunan seperti pisang dan bibit sayuran,” kata Narjo seusai sosialisasi Program BEKERJA, Rabu (25/07/2018) di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu.

Menurut Narjo, Bantuan melalui kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) ini akan diberikan kepada RTM di 4 Kecamatan yakni kecamatan Bumiayu, Wanasari, Bulakamba dan Ketanggungan.

Dengan rincian untuk Kecamatan Bumiayu 15 desa, Kecamatan Wanasari 20 desa, Kecamatan Bulakamba 17 desa dan Kecamatan Ketanggungan 21 desa. Kemudian untuk masing RTM akan mendapatkan 50 ekor ayam lokal.

“Ayam lokal/kampung yang akan diberikan kepada puluhan ribu RTM ini berasal dari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Baturaden,” lanjut Narjo.

Selain Kabupaten Brebes bantuan serupa juga akan diberikan kepada RTM di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala desa dan peranhkat desa ini berlangsung interaktif manakala dari dinas peternakan kabupaten Brebes memberikan pemaparan tentang kriteria dan jumlah RTM yang akan menerima bantuan

Hampir para kepala desa ini meminta penambahan kuota penerimanya sesuai data RTM yang mereka miliki.

Karena jika ini sampai dibagikan dan jumlahnya terlalu jauh dengan data mereka, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di masyarakat dan mereka tidak mau itu terjadi.

“jika nantinya dibagikan, kami mohon dari dinas yang membagikan. karena kami tidak mau dapat komplen dari warga kami yang tidak dapat,” cetus kades Laren Arif setiawan.

Brebesnews.co
Sudah dilihat 538 kali

Komentar