2 tuntutan FKM Untad di May Day

60139 medium post 65881 d279fcbf 5785 4911 804b 5379b7a3f617 2019 05 01t23 13 00.649 08 00 60140 medium post 65881 5a5eaf90 b08d 467f 9a15 266e34c719e2 2019 05 01t23 13 01.597 08 00
Seperti daerah lain, kota Palu hari ini, tanggal 1 Mei 2019, tidak luput dari agenda masyarakat dalam rangka Hari Buruh Internasional. Kali ini kegiatan Hari Buruh Internasional yang beken disebut may day adalah Aksi Damai oleh Lembaga Kemahasiswaan di Kampus Universitas Tadulako, yaitu, mahasiswa yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).

Sebagai bentuk solidaritas atas nasib tenaga kerja di Indonesia, peserta aksi menyuarakan 2 (dua) hal yang menjadi tuntutan. Pertama, penerapan Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (SMK3) yang dinilai belum sepenuhnya dipenuhi perusahaan secara merata. Kedua, menyoroti upah buruh dengan kebijakan pengupahan yang dianggap kurang layak dengan realitas kebutuhan masyarakat yang tidak sebanding dengan semakin meroketnya harga barang yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat khususnya pekerja buruh.

Aksi Damai yang di pusatkan di seputaran Taman GOR Kota Palu dan berhadapan dengan Gedung DPRD Kota Palu, berlangsung tertib dan lancar dengan kawalan POLRI sehingga rute perjalanan saat berlangsungnya aksi damai tidak mengganggu lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Lapangan Aksi Damai, Heriady Usman menyebutkan bahwa kegiatan yang digalang merupakan bentuk solidaritas yang ditujukan kepada kaum buruh yang hak-haknya harus diperjuangkan.

Dua tuntutan Peserta Aksi Damai sedianya merupakan tuntutan yang secara umum disuarakan para pekerja yang setiap tahun menjadi momentum berhimpunnya organisasi para pekerja pada Hari Buruh Internasional.
Sudah dilihat 123 kali

Komentar