2 Kelurahan Di Jakbar Tunggak Pembayaran Raskin

5447 medium 2 kelurahan di jakbar tunggak pembayaran raskin
Penyaluran beras rakyat miskin (raskin) di Kelurahan Kapuk dan Tegal Alur, Jakarta Barat paling rendah dibandingkan kelurahan lainnya.

Sebab, dua kelurahan tersebut sampai kini tercatat masih menunggak pembayaran raskin dengan rincian Kelurahan Kapuk sebesar Rp 122 juta dan Tegal Alur Rp 92 juta.

"Kedua kelurahan ini bermasalah dalam penyaluran raskin karena belum menyetorkan kewajiban," kata M Andi, Asisten Kesmas Jakarta Barat, Kamis (14/7).

Andi meminta kepada lurah yang menjabat di dua kelurahan tersebut lebih pro aktif dalam menyelesaikan masalah raskin. Bila tidak bisa demikian, kinerja masing-masing lurah itu perlu dipertanyakan dan dievaluasi.

"Saat evaluasi di lapangan, di kedua kelurahan itu, banyak RW yang belum menyetorkan uang raskin kepada kelurahan dengan berbagai macam alasan," ujarnya.

Menurut Andi, jika tunggakan raskin di dua kelurahan tersebut tidak juga dilunasi, maka penyaluran raskin di bulan berikutnya dipastikan akan terhambat.

"Ada batas penyetoran uang. Minimal 10 hari sebelum penyaluran raskin. Bila belum menyetor juga, yang bersangkutan akan berhadapan dengan hukum," tegasnya.

Sementara itu, Lurah Kapuk, Agung Edi Santoso mengakui, 11 dari 16 RW di wilayahnya masih memiliki tunggakan pembayaran raskin.

"Tunggakan raskin terbesar di RW 16. Kurang lebih Rp 25 juta. Sedangkan, tunggakan raskin terkecil di RW 01 kurang lebih Rp 700 ribu," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Jakarta Barat, Nuraini Sylviana meminta Lurah Kapuk dan Tegal Alur segera mengevaluasi pengurus RT dan RW yang memiliki tunggakan pembayaran raskin.

"Kalau lurah masih membandel tidak berani mencopot RT maupun RW, ya berarti lurahnya yang siap dicopot," tegasnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil evaluasi di kedua kelurahan itu banyak ditemukan kesalahan prosedur penyaluran raskin.

"Ada satu RW di Kapuk yang menyerahkan beras raskin dengan sistem berhutang kepada warga. Penerima menerima beras, tapi bayarnya nanti," tandasnya.

Komentar