11 Gepeng Terjaring Razia di Pusat Kota Lamongan

Header illustration
Jelang Idul Fitri 1437 H, tempat-tempat keramaian di pusat kota Lamongan kian marak keberadaan gelandangan dan pengemis. Mereka berburu rejeki dengan mengandalkan rasa iba masyarakat. Kondisi ini dinilai Satpol PP mengganggu ketertiban sehingga menggelar razia.

Sasaran razia diantaranya Pasar tingkat, alun-alun dan beberapa fasilitas umum tempat gepeng berkeliaran selama ini. Ketika didata, sebagian mereka berasal dari luar Lamongan. Alfian Helmi, Kabid Operasi dan Pengamanan Satpol PP Lamongan, mengatakan, penertiban ini dilakukan karena kerap menerima laporan dari warga. “Kadang ada gepeng yang suka memaksa pedagang dengan tetap berdiri di depan kios sampai diberi uang,” terangnya, Kamis (30/6).

Belasan gepeng yang terjaring razia selanjutkan akan dikirim Satpol PP ke rumah penampungan milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk diberi pembinaan. Terutama untuk mereka yang masih berusia produktif. “Tapi kalau usianya tidak memungkinkan ya kita kembalikan kepada keluarganya,”.
Sari salah satu gepeng lansia asal Tuban yang terjaring razia, mengaku mengemis di Lamongan karena warganya lebih suka memberi dibanding kota asalnya. Setengah bulan hasil mengemis, Sari mengaku sehari minimal mendapat Rp 50 ribu.
Sudah dilihat 156 kali

Komentar