10 Ordo Tanah Ada di Bogor

55679 medium screenshot 2019 03 23 17 18 44 30 %281%29
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa 10 dari 12 ordo tanah di dunia bisa ditemukan di Kota Bogor tepatnya di Museum Tanah yang terletak di Jalan Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Koordinator Museum Tanah, Bambang Winarko mengatakan sesuai namanya museum yang berseberangan dengan Kebun Raya Bogor ini memang khusus mengoleksi jenis-jenis tanah di Indonesia dalam bentuk makromonolit.

"Dari koleksi makromonolit itu kita bisa menunjukan dan melihat bahwa indonesia punya 10 dari 12 ordo tanah yang ada di dunia," ujar Bambang, Sabtu (23/3/2019).

Sepuluh ordo tanah yang dikoleksi museum tanah itu yakni Tanah Gambut (ordo organosol/ histosol), Tanah Aluvial Tsunami (Ordo Entisol), dan Tanah Hutan Hitam (Ordo Mollisol). Sedangkan dua ordo tanah yang tidak dimiliki oleh Indonesia adalah ordo tanah gurun dan tanah kutup.

"Koleksi tanah-tanah itu kita dapatkan dari seluruh pelosok Indonesia. Selain tanah kita juga ada koleksi batu-batuan, untuk memperlihatkan bahwa tanah terbentuk dari batuan yang mengalami pelapukan, nah kita ada tiga koleksi batuan selain kita juga punya makromonolit tanah-tanah yang ada di Indonesia," kata Bambang.

Lebih lanjut dia mengatakan Museum tanah dibentuk pada akhir tahun 2017 yang berada di bawah pengawasan kementerian pertanian. Museum dibentuk agar masyarakat bisa mengetahui tanah Indonesia yang kaya akan berbagai jenis tanah.

"Ini dibentuk sebagai tempat edukasi agar masyarakat mengenal ragam jenis tanah-tanah di Indonesia yang sangat kaya, selain itu ini juga tempat hiburan rekreasi atau objek wisata bagi masyarkat," kata Bambang.

Museum Tanah kata Bambang memiliki fasilitas di antaranya galeri utama museum, tempat dipajangnya jenis-jenis tanah. Galeri kedua, tempat ruangan rapat dan penginapan, galeri ketiga yakni galeri untuk memajang koleksi tambahan dan menjadi tempat majang sementara.

"Kita juga punya koleksi manajemen lahan berupa market dimana disitu dijelaskan bagaimana atau apa yang harus dilakukan agar tanah itu tidak gampang erosi dan sebagainya, kita harapkan museum ini bisa menambah wawasan bagi masyarakat agar mengenal kekayaan tanah yang kita miliki," tukas Bambang.
Sudah dilihat 55 kali

Komentar