Tentang Ibu dan Harinya

22 December 2018, 09:36 WIB
3 2 602
Gambar untuk Tentang Ibu dan Harinya
Perempuan yang melahirkan kita otomatis kita panggil dengan sebutan Ibu (atau panggilan lain yang semakna dengan itu). Perempuan secara umum berpotensi sama untuk dapat dipanggil sebagai Ibu dalam arti yang sesungguhnya dan Ibu dalam arti yang lebih luas (oleh anak yang bukan anak kandungnya). Apa pun itu tetaplah ia mrnjadi Ibu bagi anak-anaknya. Dengan dasar dan dali itu, seorang Ibu kemudian mengemban sekian "profesi" agar generasinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk menjaga agar lingkungan tetap kondusif untuk kenyamanan generasi dan keluarganya.

Ibu adalah perempuan luar biasa. Perempuan yang sanggup "menggendong" kita di dalam perutnya (normal 9 bulan, 10 hari). Menahan dan menjaga "beban" siang dan malam. Menghindari, mengalami dan melakukan sekian banyak hal, agar kita nyaman dan bertahan di dalam perut. Banyak di antara mereka yg setiap hari harus menahan diri dari muntah-muntah bahkan tidak dapat makan. Berikutnya, Ibu akan mnyediakan diri dengan suka rela agar kita menyusu (setidaknya 2 tahun). Dia yang mengalir darahnya dalam aliran darah. Ibu, adalah orang ug akan tertawa paling keras ketika kita bahagia dan menangis paling sedih ketika kita sedih. Ibu, orang yang telah banyak berurai air mata dan keringatnya.

Lalu Ayah...yaaa mungkin dia tak serupa dengan Ibu. Tapi peran dan tanggung jawab seorang ayah pun tak ternilai. Ayah adalah orang yang tidak akan pernah kita lihat mengeluh, meski pun beban menghimpit di kedua pundaknya. Dia yang akan tetap tersenyum pada anak dan keluarganya meski dalam dinamika hidup yang tidak indah. Orang yang jarang mengekspresikan kasihnya, tetapi penuh kasih. Orang yang sering diam-diam menatap wajah anak-anaknya ketika tertidur pulas. Ayah, orang yang pertama khawatir ketika anak-anaknya lalai mengerjakan syariat agama (Islam). Ayah, orang yang tidak pernah kehilangan akal untuk mendapatkan rejeki bagi keluarganya.

Yaaa Ibu dan Ayah. Orang yang ditaqdirkan Allah SWT untuk mendidik dan mendampingi kita. Orang yang pertama akan dimintai pertanngungjawaban kelak tentang kita. Orang yang juga telah mengabdikan diri dan hidupnya untuk kenyamanan hidup kita. Lalu dengan dasar apa kita dapat bettingkah angkuh dan sombong di hadapannya? Dengan dalih apa kita abai memperhatikan dan mengurusnya ketika mereka di usia senja mereka?! Dan dengan dalih apa engkau seolah hanya mengingat Ibumu pada hari tertentu? Bukankah engkau tidak akan hidup tanpa perantara Ibu? Dan sampai saat ini pun kita masih bernafas leluasa dengan topangan aliran darah ibu? Allahu Akbar ...

Pada kalam Ilahi pun kita diperingati dengan keras agar tidak abai terhadap kewajiban itu. Rasulullah SAW menegaskan "ibumu...ibumu...ibumu" .... Sayangi mereka. Rasa sayang mereka tak akan pernah usai walau pun sejarah dunia berganti dan usai pada suatu masa.

Mari kawan's, kita ramaikan bumi Allah SWT ini dengan limpahana kasih kepada orang tua. Kemarin, hari ini, hari yang akan datang dan selamanya kita jadikan sebagai hari Ibu, hari Ayah dan hari untuk orang tua kita. Jangan ada jarak, jangan ada jeda dan jangan ada lelah. Semoga kita selalu dikuatkan Allah. Aamiin
....Salam Edukasi....


#mariberubahbersamaatmago

  2 Komentar untuk Tentang Ibu dan Harinya

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar