PMI Banyuwangi ke Sleman, Dukung Program Kesiapsiagaan Gempa Bumi

9 November 2019, 22:24 WIB
4 2 11
Gambar untuk PMI Banyuwangi ke Sleman, Dukung Program Kesiapsiagaan Gempa Bumi
Study Banding

Sleman, 7 November 2019, PMI Banyuwangi berkunjung ke Tim Siaga Bencana SIBAT Desa Purwobinangun Kecamatan Pakem dalam rangka Study Banding terkait Program Kesiapsiagaan Bencana.

Diawali Sambutan Kepala Desa, beliau mengungkapkan syukur atas Gunung Merapi yang selama ini masih bersahabat dengan masyarakat. "Dengan kedatangan PMI dan SIBAT Banyuwangi tidak ingin membuat kami merasa bangga diri, semoga menjadi forum saling sharing informasi." ujarnya.

Kepala Desa menambahkan ,Desa memiliki 2 barak tempat pengungsian yang aman jika terjadi bencana. Namun tentang kiprah Sibat kepala desa yang menjabat sebelumnya memahami lebih banyak.

DR.H.Nurhadi, MM selaku PLT PMI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan niat dan tujuan kunjungannya untuk mengetahui informasi banyak tentang mitigasi bencana. Seperti sebelumnya Banyuwangi sebagai pilot project bantuan program dari Norwegia, saat ini kali kedua bantuan luar negeri, yaitu dari American Redcross. Demografi Banyuwangi dengan riwayat pernah mengalami bencana bencana seperti tsunami, banjir bandang, dan puting beliung, sehingga ada keinginan mengetahui ketangguhan Sibat di Sleman, dan bagaimana sumber dananya diperoleh.

Sekretaris PMI Kab. Sleman Sarijan, menjelaskan "Sibat Pakem dibina PMI Sleman supaya menjadi masyarakat yang mandiri." Berlanjut hingga bantuan gardu pandang untuk memantau gunung Merapi. Aliran dana untuk kebutuhan darah PMI Sleman akan berproses menuju pada pembiayaan pemerintah setempat, seperti hasil study banding PMI Sleman ke PMI Badung Bali sebelumnya.

Dasar hukum untuk Sibat belum jelas, rencananya bulan Desember nanti akan di ajukan ke Pusat, terang Untung ketua Markas PMI Sleman. Menurutnya Sibat itu sangat luar biasa sebagai gardu terdepan saat bencana.

Menurut Tiyono selaku Ketua Markas PMI Banyuwangi, 175km sepanjang pantai rawan tsunami, membuat Banyuwangi termasuk zona merah untuk bencana gempa ,kesiapsiagaan menjadi prioritas.

Penjelasan kiprah SiBat Pakem Sleman, dituturkan oleh mantan Kepala Desa lama. Menurut beliau tahun 2006 saat bencana belum ada Sibat, Sibat Sleman dibentuk tahun 2009, saat itu mendapat bantuan dari Denmark. Lalu dibentuklah 9 divisi pengamanan. 2010 setahun kemudian Sibat Sleman benar benar mempraktekkan teori latihannya dalam bencana meletusnya Merapi yang begitu dasyat, 35 hari di pengungsian hingga jumlah pengungsi mencapai 4000 gundul, ungkapnya dalam candanya.

Sebagai komunitas pendukung Sibat menggandeng LABA, yaitu Linmas dan Sibat peduli Bencana Alam, dalam mitigasi atau pengurangan resiko bencana. Barak adalah pengungsian yang aman. Tanahnya adalah milik Sri Sultan dan pembangunanya di danai APBD, jelasnya.

Besar harapan wakil Sibat Mojopanggung, studi banding yang diikutinya ini, bisa menjadi inspirasi yang baik untuk PMI dan Sibat Banyuwangi lebih maju lagi. Trimaksih tak terhingga kepada PMI Kabupaten Banyuwangi atas kesempatan mendapat ilmu, waktu yang berkualitas dan tambahan pengalaman bermanfaat, bersyukur.

  2 Komentar untuk PMI Banyuwangi ke Sleman, Dukung Program Kesiapsiagaan Gempa Bumi

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Mbak Ning

Aamiin.. Sukses bersama mohon dukungan dan kerjasama smua anggota sibat mojopanggung smoga bisa maju bersama sama.. Are you ready guys????