Sempat Ditolak Warga, Puluhan Bangunan di Naringgul Rata dengan Tanah

4 September 2019, 13:52
0 0 34
Gambar untuk Sempat Ditolak Warga, Puluhan Bangunan di Naringgul Rata dengan Tanah
Sebanyak 53 bangunan di Kampung Naringgul, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, rata dengan tanah usai dibongkar oleh sejumlah personel Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (4/9/2019).

Pembongkaran bangunan liar ini sebelumnya sempat mendapat penolakan dari warga dengan membakar sejumlah ban mobil bekas dan membuat pagar betis agar alat berat tidak bisa masuk ke Kampung Naringgul.

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, warga menolak tempat tinggal mereka dirobohkan karena merasa sudah lama bertempat tinggal di Kampung Naringgul.

"Penolakan itu argumentasi bahwa mereka sudah lama tinggal disini tapi kami tanya IMB gak ada. Saya tegaskan Pol PP melaksanakan penertiban bangunan tanpa IMB tanpa melihat apakah bangunan itu di atas tanah negara apakah di atas tanah sendiri, tidak, kami menertibkan bangunan tanpa IMB kalau ada IMB kami pasti tidak akan melakukan pembongkaran," ujarnya. Selain tidak memiliki IMB, puluhan bangunan diratakan juga karena tempat tersebut dijadikan lokasi prostitusi Kawasan Puncak.

"Di Naringgul ini banyak laporan, kemudian kita juga sudah lakukan pengintaian, operasi ditemukan banyak kamar yang disewakan jam-jaman untuk kegiatan yang mengarah ke prostitusi sehingga ini sangat menggangu ketertiban umum," kata Agus.

Pembongkaran ini, katanya, merupakan lanjutan pembongkaran pekan lalu. Saat itu sebanyak 20 bangunan berhasil dibongkar.

"Penertiban ini tidak serta merta kami lakukan begitu saja, tentunya kita sudah melakukan sosialisasi sesuai tahapan, diberikan surat peringatan 1, 2, dan 3," kata Agus.

Salah seorang pemilik bangunan yang menolak disebutkan namanya enggan memberikan komentar soal bangunan mereka yang dibongkar.

"Saya belum bisa berbicara banyak, yang bisa kami sampaikan bangunan tempat tinggal kami dibongkar," kata dia.

Sementara itu, Kasubbag Penataan Wilayah Setda Kabupaten Bogor Eko Mujiarto mengatakan, lokasi bangunan yang dibongkar untuk sementara waktu akan dikembalikan sesuai fungsinya yakni sebagai kawasan perkebunan.

Saat mediasi dengan warga pihaknya menyepakati memberikan uang kerahiman kepada warga yang rumahnya dibongkar.

"Berdasarakan kesepakatan tadi setiap Kepala Keluarga (KK) akan diberi uang kerohiman sebanyak 30 juta ada 26 KK. Besok akan kita cairkan," katanya.

---------
Sumber : AyoBogor.com
Penulis: Husnul Khatimah
Editor : Ananda Muhammad Firdaus

  Komentar untuk Sempat Ditolak Warga, Puluhan Bangunan di Naringgul Rata dengan Tanah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!