Masuki Darurat Kekeringan, 9 Kecamatan di Kulon Progo Butuh Air Bersih

11 September 2019, 10:31
2 0 16
K.P, Senin, 9 September 2019. Kesulitan air bersih juga dirasakan warga di dataran rendah, seperti Panjatan, Lendah, bahkan Galur.

Dampak kekeringan dirasakan lebih dari 4.000 kepala keluarga atau lebih dari 7.000 jiwa.

“Banaran di Kecamatan Galur juga meminta pasokan air,” katanya.

Ariadi mengungkapkan, selama ini pemerintah menyalurkan bantuan air bersih melalui Dinas Sosial yang juga menggandeng pihak ke-3.

Dinsos mengelola 180 tangki air bersih dari anggarannya dan 140 tangki bantuan dari CSR perusahaan maupun perorangan. Bantuan air bersih itu mulai menipis dan sebentar lagi habis.

BPBD pun mengajukan permohonan agar Bupati Kulon Progo segera menerbitkan status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Kekeringan untuk mengantisipasi kesulitan warga di hari depan. Status Tanggap Darurat nanti akan berlangsung hingga 31 Oktober 2019.

Menurutnya, melalui penetapan status yang dikuatkan lewat surat keputusan, maka pemerintah akan semakin berdaya mengatasi kesulitan air bersih dengan menyediakan pasokan bantuan yang lebih besar.

Ariadi mengatakan, dengan status Tanggap Darurat Kekeringan itu BPBD akan mengelola sekitar 400 tangki bantuan air bersih bagi warga yang memerlukan.

Jumlah itu diyakini cukup untuk membantu warga hingga masuk masa musim hujan di November mendatang.

“Dengan terbitnya SK Bupati nanti berarti bencana ini harus diatasi semua pihak. Negara mewujudkan bahwa mereka hadir dengan dana, sedangkan semua pihak ikut membantu untuk membuat suasana tenteram,” kata Ariadi.

“Masyarakat tidak perlu resah. Kita melanjutkan apa yang sudah dilakukan Dinsos,” katanya.


Sumber informasi : Kompas.com

  Komentar untuk Masuki Darurat Kekeringan, 9 Kecamatan di Kulon Progo Butuh Air Bersih

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!