KADES ARJANGKA SIAP MENANDATANGANI FAKTA INTEGRITAS YANG DISODORKAN BPD

9 November 2019, 21:24 WIB
2 0 10
Gambar untuk KADES ARJANGKA SIAP MENANDATANGANI FAKTA INTEGRITAS YANG DISODORKAN BPD
Perang argumentasi di media sosial antara masyarakat yang pro dan kontra Kepala desa masih terus saja berlangsung, meskipun tidak se-intens sebelum mediasi antara kades dan BPD terjadi.
Mediasi yang diprakarsai oleh camat Pringgarata yang dijadwalkan pukul 15.30 wita kemarin, terpaksa tertunda beberapa jam, hal itu disebabkan oleh munculnya sejumlah anggota masyarakat dari beberapa dusun dari desa Arjangka, yang ingin menyaksikan langsung proses mediasi. Keadaan tersebut sontak membuat pihak kecamatan sebagai fasilitator mediasi kaget, karena mereka terlihat membawa pengeras suara layaknya aksi demonstrasi.
Setelah beberapa saat mereka berkumpul di halaman depan kantor, pak Camatpun keluar dan menyampaikan bahwa mediasi akan batal dilaksanakan jika mereka masih belum bubar. Melalui perwakilannya, Zohdi menyampaikan bahwa kedatangan mereka hanya untuk menyaksikan dan mendengar proses mediasi, dan siap tidak akan mengganggu jalannya kegiatan tersebut. Namun pak Camat tetap bersikukuh pada keputusannya, dengan alasan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah melalui negosiasi yang alot, akhirnya massa menerima keputusan pak Camat, dan berangsur-angsur membubarkan diri, setelah sempat berkoordinasi dengan ketua BPD untuk segera menginformasikan hasil mediasi, apapun keputusannya.
Setelah massa bubar, barulah pak Camat didampingi oleh Kasi PMD dan Kanit Intel Polsek Pringgrata serta kedua unsur yang diundang, memulai acara mediasinya. Kegiatan tersebut dibuka oleh pak Camat, Setelah sebelumnya Wakil Ketua BPD membagikan berita acara klarifikasi masalah-masalah yang terjadi di desa Arjangka kepada peserta rapat mediasi. Pak Camat menyampaikan pesan, agar kedua belah pihak menjaga suasana mediasi tetap kondusif sesuai arahan Kasi PMD selaku moderator.
Dari puluhan item masalah yang disodorkan BPD kepada Kades untuk diklarifikasi, tak satupun tanpa sanggahan dan kritikan. Sehingga membuat pak Camat terpancing untuk bicara dan bebrapa kali menyalahkan pihak Kades. Alhasil, kepala desa pun mengakui kesalahan-kesalahan yang selama ini dilakukan, dengan alasan masih baru dan dalam proses belajar. Dan alasan itupun dianggap kurang bijak oleh ketua dan wakil ketua BPD yang menyayangkan lemahnya koordinasi dan transparansi kepala desa dalam setiap kebijakannya. Termasuk tindakan-tindakan kurang etis kepala desa yang merusak keharmonisan hubungannya dengan BPD, Polmas, Babinsa, dan Pendamping Desa, sebagai mitra kades, yang mengakibatkan terganggunya stabilitas keamanan, keterbukaan informasi mengenai kegiatan-kegiatan desa, hingga terancamnya keberlanjutan program. Dan sebelum mediasi ditutup, wakil BPD menyampaikan pernyataan sebagai aspirasi masyarakat agar Kepala Desa menandatangani Fakta Integritas yang berisi kesiapan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi, diantaranya :
1. Menyampaikan permintaan maaf di depan tokoh-tokoh masyarakat perwakilan dusun, karena tidak melaksanakan kegiatan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sesuai prosedur dan kesepakatan bersama
2. Menyelesaikan kegiatan pembukaan jalan sepanjang 404 m di dusun Kubur Jaran yang masih mangkrak, akibat dialihkan dana kegiatan tersebut ke titik lain dengan alasan pengembangan
3. Penyerahan mesin LAS yang dibeli untuk kelompok peserta pelatihan, yang saat ini disimpan oleh Kades
4. Membuat perjanjian tertulis dengan BPD dan tokoh masyarakat untuk memanfaatkan supplier local, termasuk tukang/pekerja dan berhenti menggunakan supplier luar tanpa kesepakatan bersama
5. Segera melantik perangkat desa yang belum dilantik, serta melaksanakan pansel sesuai mekanisme pengangkatan perangkat desa (Permendagri No.83 tahun 2015)
6. Meminta maaf di depan para tokoh masyarakat kepada BPD, Babinkamtibmas, Babinsa, dan Pendamping Desa, yang telah dilaporkan dengan alasan yang tidak masuk akal.
Ke-5 pernyataan di atas menurut BPD akan menjadi password agar BPD mau menandatangani APBDes perubahan yang bernilai 500an juta rupiah, agar bisa dicairkan. Maka dengan berat hati, Kepala desapun menyanggupi tuntutan tersebut. Setelah itu, barulah rapat mediasi ditutup.

  Komentar untuk KADES ARJANGKA SIAP MENANDATANGANI FAKTA INTEGRITAS YANG DISODORKAN BPD

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!