Kader Dan Pendampingan Lansia , Ujung Tombak Penyelesaian Masalah Gizi Pada Lansia

17 September 2019, 10:56 WIB
0 0 3
Gambar untuk Kader Dan Pendampingan Lansia , Ujung Tombak Penyelesaian Masalah Gizi Pada Lansia
Bantul (31/07) Bertempat di lantai tiga, ruang pertemuan gedung Perpustakaan Daerah Bantul, Bambang Agus Subekti, SKM, MPH selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bantul membuka acara Workshop Kesehatan Lansia dengan tema Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia di Posyandu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan kader-kader posyandu lansia se Bantul .

Dalam sambutannya , Bambang Agus Subekti menyampaikan Yogyakarta adalah daerah di Indonesia yang mempunyai angka harapan hidup paling tinggi. Hal ini terbilang unik , dikarenakan DIY juga memiliki predikat lain .
Yaitu sebagai propinsi yang memiliki angka kemiskinan tertinggi, dan angka ODGJ (orang dengan gangguan kejiwaan ) tertinggi di Indonesia.

Karena angka harapan hidupnya tinggi , Yogyakarta menjadi daerah yang memiliki jumlah lansia tinggi. Untuk itu kesehatan lansia harus dipantau secara benar . Untuk Bantul sendiri , hal tersebut sejalan dengan harapan bupatinya ingin mewujudkan masyarakat yang sehat , cerdas dan sejahtera.

"Saya berharap ilmu yang didapat dari workshop ini dapat diamalkan ,minimal kepada keluarga , kerabat dan lingkungan anda masing-masing supaya para lansia ini selain memiliki umur yang panjang juga memiliki kehidupan yang sehat dan produktif. " Demikian disampaikan Bambang dalam menunutup sambutannya.

Sebagai pembicara, Retno Pangastuti, DCN, M.Kes., dari RSUP Dr Sardjito mengisi acara selanjutnya.
"Banyak masalah, tepatnya 80% masalah lansia adalah berasal dari pendamping dan keluarganya. Sehingga jika dilakukan edukasi , seharusnya disampaikan kepada para pendamping tersebut terlebih dahulu, bisa keluarga dan juga asisten rumah tangga yang mengurusi lansia . Karena lansianya sendiri adalah kelompok yang patuh pada anjuran kesehatan." Demikian disampaikan Retno .

Selain itu diperlukan penatalaksanaan paripurna. Dan juga dibutuhkan kolaborasi antar profesi dan pemerhati. Dalam hal ini , para kader yang hadir adalah pemerhati .

Selanjutnya adalah pemaparan Retno Pangastuti tentang permasalahan yang sering timbul pada lansia.

Malnutrisi ( gizi salah)
Malnutrisi merupakan suatu keadaan defisiensi, kelebihan, atau ketidakseimbangan protein, energi dan zat gizi lain yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pada tubuh.
Malnutrisi ini , tidak hanya dipandang sebagai kekurangan, tetapi terdapat kesalahan dalam pemenuhan gizi seseorang.

Pendamping/ keluarga sering menyebut lansia rewel . Padahal yang perlu kita ketahui adalah masalah mendasar misal kenapa napsu makan lansia yang kita dampingi menurun.

Ada beberapa penyebab pada lansia menurun napsu makannya :
* Kesulitan menelan karena berkurangnya air liur (dikarenakan usia, obat , efek terapi ) . Berkurangnya air liur juga menyebabkan makanan menjadi tidak enak.

* Cara makan yang lambat karena masalah gigi.
(Sering kali gigi palsu digunakan hanya untuk estetika )

* Mual karena masalah depresi.
( Masalah kecil , rindu anak, menunggu cucu tak kunjung datang bisa menyebabkan depresi pada lansia )

* Gangguan status fungsional.
( Tangan bergetar saat menyuap ,tapi tidak mau disuapi ) sering terjadi sampai ke mulut makanan sudah habis berjatuhan. Pendamping harus tanggap dengan masalah sederhana ini. Semisal dekatkan piring ke mulut dan lainnya.

Selain itu ada faktor- faktor lain yang terjadi pada lansia :
- Adanya penyakit kronis
- Adanya keterbatasan

Jadi bisa disimpulkan problem gizi pada lansia disebabkan oleh :
1. Menurunnya napsu makan.
2. Penurunan berat badan.
3. Perubahan ambang kecap ( terlebih rasa asin ) .
4. Gangguan mengunyah.
5. Konstipasi.
6. Gangguan menelan .
7. Kesulitan akses makanan.
8. Gizi pada makanan yang disediakan tidak tepat.
9. Kelebihan berat badan.
10. Lingkungan.
11. Peran pendamping.

Yang juga sangat penting diingat pendamping , hati - hati dengan cairan pada lansia. Lansia sering malas minum karena jadi sering buang air kecil.
Harus disesuaikan misal kamar mandi dekat tempat tidur.
Ngompol bisa menjadi beban yang berat untuk lansia. Malu dan bisa depresi. Kita harus menekankan hal tersebut adalah wajar dan bukan hal yang besar dan menjadi masalah.
Hal ini diperlukan supaya lansia tidak takut untuk minum cukup.
Pendamping juga tidak perlu memaksa minum , cukup memikirkan inovasi dan ide supaya 1500 cairan dalam sehari bisa dikonsumsi lansia. Jumlah tersebut bisa dihitung dari minuman , kuah sayur dan buah berair banyak.

Yang terjadi secara spesifik dan harus dicermati pada Lansia juga adalah :
~ Penentuan status gizi
Dalam kegiatan posyandu lansia , di salah satu meja pelayanan untuk mengisi KMS kita akan mengukur berat badan dan tinggi badan.
Hindari mengukur tinggi badan dengan yang lazim kita gunakan, mengukur panjang tubuh lansia. Ganti dengan rentang tangan atau tinggi lutut.
Karena adanya kompresi tulang belakang membuat lansia berkurang tinggi badan
Lebih2 lansia perempuan akan lebih beresiko karena menyusui.

TB berdasarkan Rentang Lengan (RL)
TB Pria = 118,24 + (0,28 x RL) – 0,07 x U)
TB Wanita = 63,18 + (0,63 x RL) – 0,17 x U)

[ket:]
U = Umur (tahun)

Contoh Kasus :

Seorang Pria Umur 30 tahun Rentang lengannya 160 cm hitung berapa Tinggi Badannya.

TB Pria = 118,24 + (0,28 x RL) – (0,07 x U)

= 118.24 + (0.28 x 160) – (0.07 x 30)

= 118.24 + 44.8 – 2.1

= 160.4 cm atau 1.60 m

Catatan:

Menurut pengalaman Panjang Rentang Lengan biasanya sama / kurang lebih sama dengan tinggi badan sebenarnya.

Rumus TB menggunakan rentang lutut.
TB pria : (2,02 x TL) - (0,04 x U) + 64,19
TB perempuan
: (1,83 x TL) - ( 0,24 x U) + 84,88


~ Kebutuhan zat gizi

Kebutuhan kalori lansia relatif lebih rendah dibandingkan kaum muda.
Hitung dengan ahli gizi.
Protein : 0,8 gr - 1 gr / kg BB
Lemak : 20 - 25 %
Karbohidrat : 60 - 65 %

~ Implementasi / penerapannya

Secara awam , poin - poin dibawah ini bisa membantu .

🍎 Siapkan buah minimal 2kali sehari .

📎Pepaya🐦
Sangat kaya akan enzim , vitamin C , pro vitamin A , memecah serat makanan dalam sistem pencernaan , membantu memperlancar saluran pencernaan.

📎Buah naga 🐲
Mengandung vitamin C , vitamin B komplek , serat , kalsium , fosfor dan zat besi.

📎 Manggis 🛡
Mengandung vitamin A , B komplek , xhanthones, Alpha & Gamma Mangostin , catechin , kuonin , polifenol , zat besi , kalsium , magnesium dan potassium.

🌿Sayur harus ada setiap kali saat makan. (Identik 3-4 mangkuk sayur / porsi sehari). 300gr tiap porsinya , karena sayur adalah sumber vitamin, mineral dan serat .
Bentuk konsumsinya bisa direbus dikukus , diolah bersama bumbu , mentah, dan dibuat minuman.

🍗Lauk hewani maksimal 1 kali sehari.

🍪 Bila ada makanan selingan jangan gorengan.

🍶 Konsumsi makanan yang mengandung kalsium ( susu, tempe , yogurt dll)

🍰 Buatlah makanan yang mudah dicerna , hindari rasa yang terlalu gurih dan manis. Karena akan menciptakan rasa kenyang. Lansia lalu akan tidak mau makan .

☕ Batasi kopi dan teh .

🍾 Tidak boleh alkohol dan rokok.


~ Edukasi secara menyeluruh bagaimana dia memilih makanan.

Sejatinya tidak ada satu makanan pun yang lengkap kadar gizinya. Jadi saat menentukan menu dan jenis makanan untuk lansia harus bermacam - macam dan bervariasi.
Proses penuaan sel dipengaruhi inflamasi ( radang) . Penyebabnya adalah makanan manis, makanan kaya karbohidrat sederhana dan makanan kaya lemak.
Dianjurkan selalu ada agar - agar atau puding bervariasi setiap harinya. Ini bisa membantu konstipasi pada lansia.
📣Pentingnya asam folat
✓Untuk pembentukan sel dan sistem saraf
✓Berperan dalam metabolisme asam amino bersama vitamin B6 dan B12.
✓ membantu mencegah penyakit jantung.
Sumber asam folat banyak terdapat di sayuran berwarna hijau.

✍Penyakit pada lansia
Harus ditegakkan dengan periksa dokter dan data laboratorium.

Diabetes melitus
✓ Tetap menggunakan prinsip 3J ( tepat jumlah , tepat jenis dan tepat jadwal )
✓ Imbangi dengan olah raga ringan yang rutin
✓ Kontrol secara rutin
✓ Edukasi mengenai manfaat perencanaan makanan.

Hipertensi
Dimana tekanan darah lebih atau sama dengan 140/90
✓ Mengurangi konsumsi makanan olahan termasuk makanan ringan .
✓ Konsumsi sayur buah secara rutin.

Dislipidemia
✓ Lebih sering mengkonsumsi ikan
✓Konsumsi sayur dan buah
✓Batasi gula pada makanan dan minuman sekaligus mengurangi pemakaian minyak dan santan.

Hioerurisemia (asam urat)
Osteoporosis
konstipasi.

Tuhan menciptakan manusia dengan sangat canggih . Jika ada masalah pasti alarm nya berbunyi.

Saatnya melibatkan pendamping, teman. Mencari masalah , upayakan edukasi mencari solusi, libatkan pakar.
Mari pahami lansia atasi masalah gizinya dengan kolaborasi antar profesi. (Rins)

  Komentar untuk Kader Dan Pendampingan Lansia , Ujung Tombak Penyelesaian Masalah Gizi Pada Lansia

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!