Dosen FK UII Ciptakan Buku Promkes Untuk Tuna Netra

10 September 2019, 4:00
1 0 6
Gambar untuk Dosen FK UII Ciptakan Buku Promkes Untuk Tuna Netra
Caption : Buklet Braille Promosi Kesehatan Cetak Tentang Penyakit TORCH untuk Tuna Netra karya dokter Pariawan Lutfi Ghazli, M.Kes. (Foto : Wibowo)


Kedokteran (UII News) – Penyandang disabilitas penglihatan membutuhkan informasi mengenai penyakit TORCH, dengan banyaknya ibu dengan disabilitas penglihatan yang akan dan sedang hamil. Media promosi kesehatan yang ada dibuat dari puskesmas, rumah sakit,dalam format yang tidak dapat diakses oleh penyandang disabilitas penglihatan.


Oleh karena media yang tersedia tidak dapat diakses penyandang disabilitas penglihatan, maka perlu dibuat media Braille agar masyarakat penyandang disabilitas penglihatan bisa mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pengetahuan kesehatan, khususnya tentang TORCH


TORCH adalah singkatan dari Toxoplasma, Rubella Virus, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus, yaitu kuman-kuman yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya pada janin atau bayi baru lahir. Penyakitnya disebut sindroma TORCH, yang sebenarnya adalah 4 penyakit yang berbeda.


Atas dasar itu maka dr. Pariawan Lutfi Ghazali, M.Kes selaku Dosen Tetap pada Departeman Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas melakukan Pengabdian Masyarakat dengan membuat media promosi kesehatan cetak untuk tuna netra.


Menurut dokter Lutfi, saat ditemui pada hari Rabu, 03 Jumadil Awal 1440 H/ 09 Januari 2019 di ruang Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK UII, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang Km.14,5 Sleman Yogyakarta mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai pengabdian dosen untuk tuna netra.


Ditambahkan oleh dokter Lutfi bahwa kegiatan ini diawali dari hasil studi pendahuluan dengan melakukan wawancara mendalam kepada pengurus lembaga dan penyandang disabilitas penglihatan, yang menunjukkan kebutuhan informasi akan penyakit TORCH bagi penyandang tuna netra sangat di perlukan.


“dari hasil wawancara didapatkan bahwa tema seputaran rubella penting, kemudian di lembaga tersebut baru saja ada kasus punya anak tuna netra,, katanya ibunya kena TORCH juga, serta didapatkan informasi tentang dampak penyakit toxo dibutuhkan di lembaga tersebut, kemudian di temui bahwa banyak calon ibu tuna netra, lagi hamil, gak tahu tentang bahaya TORCH, meskipun ada pamflet atau poster atau apa yang ada, dari puskesmas, rumah sakit, tuna netra kan gak bisa baca, sehingga perlu format dengan Braille yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas penglihatan”, demikian ungkap dokter Lutfi. Wibowo

  Komentar untuk Dosen FK UII Ciptakan Buku Promkes Untuk Tuna Netra

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!