Demi peradaban, kami berupaya bertahan

21 December 2018, 19:01
8 0 260
Gambar untuk Demi peradaban, kami berupaya bertahan
Bagi saya, bertahan adalah wujud lain dari bangkit. Tragedi di 28 september 2018, kami sepakati sebagai kenangan. Mengenang kembali kejadian itu, tujuannya tak lain dari mengambil pelajaran. Bukan meratapi. Ratapan telah menjadi lalu. Upaya bangkit menurut saya mesti menjadi terdahulu.


Semangat yang bermetamorfosa menjadi tekad, lalu lahir dalam rupa aktivitas. Sebab, yang saya yakini adalah ekspektasi pemulihan itu basi jikalau tak disertai aksi. Persoalan besar atau tidaknya kegiatan yang dilakukan, menurut saya bukan merupakan hal yang sifatnya fundamental. Yang terpenting, terlepas dahulu dari yang namanya ratap-meratapi.


Dalam ayat suci Al-Qur’an telah dijelaskan alasan dari kenapa kita mesti segera beranjak dari ratap-meratapi.

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.) Surah Al-Baqarah, Ayat 153-156.

Ayat diatas sangat kuat dijadikan sebab untuk beranjak dari ratapan.


Menurut saya, memulihkan diri sendiri adalah wujud nyata dari ikut berkontribusi dalam memulihkan Kota Palu, Sigi, dan Donggala.
Jalanan yang sebelumnya rusak, sebagian telah diperbaiki. Beberapa huntara telah dihuni. Serta aktivitas perekonomian yang sebelumnya “macet”, mulai “membiak”.


Sebagian masyarakat ada yang kembali pada aktivitasnya sebelum gempa, sebagian lagi beraktivitas dengan hal baru. Profesi baru. Esensinya berupaya untuk beraktivitas.

Dilingkungan sekitarku, kami juga melaksanakan beberapa aktivitas, salah satunya lapak buku. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (Himiespa), Fakultas Ekonomi, Universitas Tadulako. Dari kegiatan ini ada hal yang kami harapkan. Yakni pemulihan Pasigala diawali dari pemulihan semangat masyarakatnya.


#SulawesiTengahPulih

  Komentar untuk Demi peradaban, kami berupaya bertahan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!