DBD meningkat, Jakarta kaitkan Depok dan Bekasi

15 March 2019, 10:38 WIB
3 0 61
Gambar untuk DBD meningkat, Jakarta kaitkan Depok dan Bekasi
Tingginya angka demam berdarah (DBD) di Jakarta Timur di kait-kaitkan oleh Depok dan Bekasi. Hal ini dikatakan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar, iya jelaskan terkaitnya 2 wilayah tersebut lantaran berbatasan dengan wilayahnya.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per tanggal 12 Maret 2019, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan penderita DBD tertinggi, yakni 844 kasus dan ada dua yang meninggal.
"Kami tinggal di daerah perbatasan. Depok itu kan berbatasan dengan wilayah timur, Bekasi dengan Cakung, boleh liat grafiknya. Itu yang di perbatasan tinggi grafik DBD-nya. Tentunya ini semua berpengaruh," kata Anwar saat ditemui di Kayu Manis, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019).
Selqin wilayahnya berbatasan, ada pula beberapa penduduk yang ber-KTP Jakarta Timur ada yang sudah tinggal di Depok maupun Bekasi.
Namun saat sakit, data tersebut masuk dalam daerah administrasi Kota Jakarta Timur.
"Orang itu awalnya ber-KTP di Jaktim. Setelah nikah pindah ke Depok. Tapi ketika terjadi (sakit DBD) masih ber-KTP di Jaktim," ucapnya.
Pihaknya saat ini berupaya agar Jakarta Timur bisa menekan angka DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara fogging.
"Sudah saya instruksikan Selasa, Jumat, Minggu lakukan PSN. Itu yang paling efektif. Jangan sampai ketika ada yang positif baru fogging," tutur Anwar.
Selain foginng, iya juga menghimbau agar warga bisa antisipasi DBD dengan lingkungan bersih.
"Fogging itu tidak menyelesaikan masalah. Fogging itu dampaknya banyak. Sebaiknya kita antisipatif, sebelum mereka sakit kami bersihkan lingkungan. Lakukan PSN biar masyarakat menyadari pentingnya kebersihan lingkungan," ujar Anwar.
Sumber:
Kompas.com

  Komentar untuk DBD meningkat, Jakarta kaitkan Depok dan Bekasi

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!